Kilas Balik Teknologi “Fingerprint Scanner” yang Makin Meluas

REKANBOLA – Teknologi untuk mengunci ponsel terus berubah-ubah. Selain sandi berupa PIN, password, dan pattern, ada juga fingerprint scanner yang terus mengalami perkembangan.

Saat ini, meskipun sudah ada teknologi perekam wajah sebagai metode pengunci ponsel, pemindaian sidik jari ternyata masih mendominasi ponsel-ponsel terbaru yang diluncurkan.

Bahkan, teknologi itu juga terus berinovasi seperti disematkan pada Vivo V11 Pro yang resmi diluncurkan Rabu (12/9/2018) lalu.

Teknologi pemindaian sidik jari dalam ponsel tersebut menjadi berbeda, karena ada dalam layar smartphone. Artinya, pemindai tak lagi menggunakan tombol fisik—yang biasanya berada pada bawah layar atau menempel di punggung ponsel.

Fingerprint scanner pertama

Bila ditarik ke belakang, sebenarnya teknologi fingerprint pada ponsel sudah dipakai sejak lebih dari 10 tahun.

Dikutip dari www.igadgetsworld.com, ponsel pertama yang memakai teknologi itu sudah ada sejak 2004 di mana istilah smartphone masih jarang terdengar.

Bentuk ponselnya flip. Otentifikasi sidik jari pada ponsel itu dipakai untuk fitur pemanggilan cepat.

Tiga tahun berselang, teknologi fingerprint mulai mainstream. Bahkan, banyak orang mengira di tahun inilah teknologi fingerprint scanner baru dikenal, karena salah satu merek ponsel mengklaim produk flagship tersebut adalah ponsel pintar pertama yang menggunakan teknologi sensor sidik jari.

Saat itu, teknologi ini dipakai untuk mengunci ponsel.

Nyatanya, kebutuhan teknologi fingerprint scanner makinmeluas saat salah satu merk smartphone menyematkan fasilitas itu bersama dengan teknologi TouchID.

Pada akhirnya, perkembangan fingerprint scanner bukan lagi sebagai pengunci ponsel, melainkan juga pengaman untuk transaksi.

Setelah 2014 hingga saat ini, teknologi pemindai sidik jari sudah dipakai dalam ratusan jenis ponsel. Produksi ponsel dengan teknologi itu didasarkan tingginya kebutuhan pengguna untuk mengakses ponsel dengan cepat tanpa perlu menekan layar berkali-kali.

Baca Juga:   Google Akan Luncurkan Fitur-fitur Spesial Piala Dunia

Inovasi fingerprint scanner  berlajut sampai pada teknologi seperti yang sudah disinggung pada pembuka artikel, yakni dalam layar. Vivo V11 Pro sampai punya sebutan khusus untuk teknologi itu, yaitu Screen Touch ID.

Ponsel tersebut saat ini sudah dipasarkan melalui program Super Selling Day mulai dari 20 September 2018.

Pada momen peluncuran ponsel tersebut General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia Edy Kusuma mengutarakan alasan di balik inovasi teknologi yang mereka lakukan.

“Inovasi itu merupakan upaya (kami) dalam menjawab tantangan industri,” ujarnya seperti dikutip dari Rekanbola,com.

Dengan menghilangkan tombol fisik, layar ponsel jadi terasa lebih mulus dan maksimal ukurannya.

Adapun pengembangan teknologi tersebut telah dilakukan Vivo sejak awal 2017 bekerja sama dengan Sypnatics. Tentu bukan waktu yang sebentar.

Waktu akan terus menyempurnakan teknologi fingerprint scanner. Kini selama kurang lebih 14 tahun sejak pertama hadir, mulai dari fungsi hingga medianya telah berubah menyesuaikan kebutuhan penggunanya.

Nah, selanjutnya inovasi teknologi apalagi yang akan membawa kejutan untuk pengguna?