Kirim Obat ke Pulau Terpencil Bakal Pakai Drone

Rekanbola-  Pemerintah tengah mengkaji rencana pengiriman obat-obatan ke pulau-pulau terpencil menggunakan drone. Rencanannya hal ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan langkah ini digunakan guna mempersingkat dan mempermudah jarak waktu pengiriman logistik, khususnya obat ke pulau-pulau terpencil.

“Kan gini kita bicara daerah terpencil, kepulauan, di Maluku Utara misalkan kalau ada suatu program tertentu atau penyakit tertentu harus menggunakan waktu dan jarak yang panjang, ini kan tingkat kesulitan susah, lalu teknologi itu kan ada kenapa nggak kita manfaatkan,” katanya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (13/8/2018).

Lebih lanjut, Budi memaparkan pelaksanaan tersebut ditargetkan bisa digunakan pada Oktober mendatang.

“Ya satu sampai dua bulan selesai, Oktober,” imbuhnya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan kegiatan ini akan diuji coba terlebih dahulu di tiga pau sebelum akhirnya digunakan pada bulan Oktober.

“Minggu depan (uji coba) itu di Kepulauan Kepri, terus Pak Luhut minta Madura dan satu lagi saya minta Maluku atau Papua,” jelas dia.

Sependapat dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan program tersebut merupakan tawaran dari World Bank untuk masalah kesehatan yang ada di Indonesia.

Nantinya, drone tersebut disewakan untuk mengangkut barang dengan berat 1 hingga 2,2 kilogram (kg) sejauh 75 kilometer (km).

“Iya Bank Dunia yang ngasih rekomendasi untuk membantu masalah angkut, masalah mortaliti, masalah kesehatan. Jadi Bapak Presiden mau melihat itu. Nanti kalau drop darah, vaksin di daerah terpencil dipercepat dan cost lebih murah,” tutup dia.

 

( Sumber : detik.com )

Baca Juga:   Dolar Ngamuk, Suzuki Masih Tahan Harga Mobil