Kisah Biksu Pemakan Manusia di Balik Gurun Pasir ‘Bernyanyi’ China

REKANBOLA –  Di balik fenomena gurun pasir yang bisa ‘bernyanyi, rupanya ada kisah tentang biksu pemakan manusia yang tersembunyi di Gurun Xiangshawan. Bagaimana kisahnya?

Gurun pasir Xiangshawan, atau dikenal juga dengan ‘Whistling Dune Bay’ punya fenomena alam yang cukup menarik. Gurun pasir ini bisa ‘bersuara’ akibat hembusan angin yang ketemu dengan gesekan butiran pasir.

Tapi di balik itu, rupanya ada legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Kisah ini soal seorang biksu sakti pemakan daging manusia. Kisah ini dituturkan oleh pemandu lokal kami yang bernama Shiaw Feng, yang memang asli Inner Mongolia, dimana gurun ini berada.

“Dulu, ada kuil Buddha yang dipimpin oleh seorang Biksu. Biksu sakti ini sangat suka makan daging, tidak suka makan sayur. Semua jenis daging sudah pernah dia makan, kecuali daging manusia,” kisah Miss Feng pada detikTravel lewat bantuan penerjemah, Jumat (7/5/2018).

Gurun ini punya kisah soal biksu sakti (Wahyu/detikTravel)

“Pada suatu hari, di kuil ada biksu kecil yang usianya masih 10 tahun. Biksu sakti tadi tertarik makan daging si biksu cilik. Akhirnya, biksu cilik ini dipukul sampai pingsan, dimasukkan ke kuali dan direbus,” lanjut Miss Feng.

Biksu-biksu lain baru menyadari ada yang janggal, setelah biksu cilik menghilang. Mereka menduga, biksu cilik ini dibunuh dan dimakan oleh biksu sakti tadi karena cuma dia satu-satunya biksu yang suka makan daging.

Buktinya juga sangat jelas, ditemukan sisa-sisa kekejaman terhadap biksu cilik yang dibuang begitu saja di halaman belakang kamar si biksu. Mereka semua ingin membunuh si biksu keji tadi.

 

Baca Juga :

Sayang, biksu ini lebih sakti dibandingkan mereka semua. Rencana tersebut pun gagal.

“Biksu ini kemampuannya tinggi. Dia mulai bikin angin raksasa, semua gurun pasir diangkat dan dipindahkan ke sini. Semua orang (biksu-biksu) dikubur di padang pasir itu,” kata Miss Feng.

Ada legenda tersembunyi di gurun ini (Wahyu/detikTravel)

Warga setempat percaya, suara-suara yang muncul di gurun pasir ini bukanlah suara biasa. Bukan pula suara ‘nyanyian’ angin, melainkan suara-suara teriakan dan tangisan biksu-biksu yang terkubur di sini.

Mereka seperti minta tolong agar dibebaskan dari gurun pasir yang mengubur mereka. Ada juga yang menyebut kalau sebenarnya mereka kesakitan saat kita menginjakkan kaki di atas gurun pasir ini.

Boleh percaya boleh tidak, tapi itulah cerita rakyat yang sering didongengkan oleh warga setempat soal Gurun Pasir Xiangshawan.

Traveler bisa naik unta di sini (Wahyu/detikTravel)

Tapi jika pada kenyataannya traveler tidak bisa mendengar suara-suara ini, maka Miss Feng menghimbau kita agar tidak terlalu kecewa.

“Kalau saat kita jalan tidak ada suara, ya jangan kecewa. Namanya juga cerita legenda, boleh dipercaya boleh juga tidak,” tegas Miss Feng.

Traveler bisa berkunjung ke Gurun Pasir Xiangshawan untuk membuktikan sendiri soal kebenaran ‘nyanyian’ para biksu di sini. Terlepas dari kisah itu, sebagai destinasi wisata, Xiangshawan sangat lengkap dengan berbagai wahana permainan hingga hotel futuristik yang keren banget.

 

(Sumber : DETIK.COM)