Kisah Haru Polisi Bantu Tunawisma Mencari Tikus Kesayangan yang Hilang

REKANBOLA – Seorang pria tunawisma di Sydney, Australia, telah dipertemukan kembali dengan tikus kesayangannya yang hilang awal bulan ini.

Chris, 59 tahun, adalah sosok pria yang cukup dikenal di pusat kota Sydney. Dia selalu bersama seekor tikus miliknya – namanya Lucy – yang meringkuk di dalam kotak di depannya.

Namun demikian, suatu hari sahabat kecilnya itu hilang ketika Chris sedang berada di toilet.

Setelah tikus milik Chris hilang beredar di media sosial, kepolisian New South Wales melacak keberadaan hewan peliharaannya yang hilang itu, dan akhirnya berhasil menyatukan kembali pasangan itu pada Kamis lalu.

Chris menganggap Lucy dicuri orang lain setelah dia menghilang dari kotak susu saat dia berada di toilet.

Merasa putus asa untuk dapat menemukan sahabatnya, dia lantas membuat catatan yang dia letakkan di kotak susu tersebut, dengan harapan ada orang lain yang melihatnya.

Yang terjadi kemudian adalah dukungan luar biasa dari warga Sydney, dengan mengunggah foto sang pria dengan tikus itu, dengan tujuan agar masyarakat dapat menolongnya.

Polisi kemudian mencari informasi, dan mereka meyakini bahwa Lucy telah dicuri, sebelum akhirnya menemukan tikus tersebut.

“Seorang perempuan, yang berjalan di depan kotak susu dan melihat Lucy sendirian, meyakini bahwa tikus itu telah ditinggal pemiliknya, sehingga dia membawanya pulang dan merawat,nya” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Ketika polisi bertanya kepadanya, apakah tikus itu adalah sahabatnya yang hilang, Chris menjawab: “Ya, itu dia! Dia buta. Dia ingat saya!”

Setelah mengeluarkannya dari kotak kardus, Chris tampak lega, serta berterima kasih kepada polisi atas upaya mereka. – NSW Police

Baca Juga:   9 Gaya Astrid Kuya yang nggak kalah stylish dari sang suami Uya Kuya

Setelah mengeluarkannya dari kotak kardus, Chris tampak lega, serta berterima kasih kepada polisi atas upaya mereka.

“Maaf, sudah membuat kalian semua sibuk mencari dia.

“Rasanya senang luar biasa. Terima kasih banyak, atas segalanya,” ujarnya ketika teman kecilnya yang berbulu itu berlari-lari kecil di bahunya.

“Dia tahu, dia juga merindukanku.”