Kisah Inspiratif 7 Atlet Indonesia di Asian Games, Jadi Motivasi Kejar Mimpi

Rekanbola – Penyelenggaraan Asian Games 2018 tak hanya mengharumkan nama Indonesia dan menghibur para penggemar dunia olahraga. Sejumlah kisah menarik pun datang dari pesta olahraga yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang ini.

Tak hanya semakin bikin bangga, cerita inspiratif mereka bisa bikin Anda semakin termotivasi mencapai impian. Berikut tujuh kisah inspiratif dari para atlet Indonesia di gelaran Asian Games 2018.

Kembar Lena dan Leni yang Dulu Pemulung

Lena dan Leni adalah sepasang kembar yang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga sepak takraw. Selain kembar, kedua wanita tersebut memiliki cerita inspiratif mengenai masa lalu mereka. Seperti diceritakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di akun Instagram-nya, peraih medali perunggu Asian Games 2014 itu sempat menjadi pemulung dan tukang cuci ketika kecil.

Datang dari latar belakang keluarga kurang mampu, ketika itu mereka melakukannya untuk biaya sekolah. Setelah mendapat beasiswa sepak takraw, keduanya pun berprestasi dalam olahraga ini bahkan bisa memberangkatkan orangtua naik haji dengan penghasilan sebagai atlet.

Jafro Megawanto Mantan Pelipat Parasut

Kisah inspiratif dari atlet Asian Games 2018 berikutnya datang dari Jafro Megawanto. Peraih medali emas di Asian Games 2018 di cabang paralayang itu sempat menjalani pekerjaan sebagai paraboy atau pelipat parasut. Jafro pun mendapat upah Rp 5 ribu yang digunakannya untuk menambah biaya ongkos menuju tempat latihan paralayang. Ia bahkan mengaku masih sering melakukan pekerjaan tersebut hingga sekarang.

Cerita Atlet Termuda Aliqqa Novvery

Aliqqa Novvery adalah atlet termuda Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Usianya masih sembilan tahun. Ia adalah atlet cabang skateboard yang cukup berprestasi. Juara Last May Day Skateboard Competition itu pun kini dilatih oleh pemain legendaris Tony Sruntul.

Baca Juga:   Pakai Lift Bayar, Siswa SD Terpaksa Naik Tangga ke Lantai 22 Untuk Makan Siang

Eko Yuli Irawan Pernah Jadi Penggembala Kambing

Keterbatasan ekonomi memang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk seseorang berprestasi. Anda pun bisa mengambil inspirasi dari lifter andalan Indonesia Eko Yuli Irawan yang berhasil meraih emas di Asian Games 2018. Pria tersebut diketahui pernah menjadi penggembala kambing sebelum menjadi atlet.

Cerita Penyumbang Emas Pertama Defia Rosmaniar

Prestasi Indonesia dalam Asian Games 2018 diawali oleh Defia Rosmaniar dari cabang taekwondo. Peraih emas pertama di Asian Games 2018 tersebut juga menyimpan kisah inspiratif. Atlet berhijab ini mengaku awalnya kurang disetujui orangtua untuk menekuni olahraga yang dianggap identik dengan lelaki tersebut. Namun ia tak patah semangat hingga akhirnya bisa meraih emas.

“Dari awal-awal sih saya sebagai seorang ibu kurang setuju. Tapi ya karena dia gigih kerja keras, saya lama-lama mendukungnya,” ujar Kartini (ibu Defia Rosmaniar) saat dihubungi DetikSport. “Semoga Defia jadi anak yang tegar, gigih dan bisa membanggakan orangtua, dan masyarakat Indonesia,” tambah sang ibu.

Aji Bangkit Pamungkas yang Ingin Berangkatkan Orangtua Haji

Aji Bangkit Pamungkas yang juga menyumbang emas untuk Indonesia di Asian Games 2018 pun menyimpan kisah inspiratif. Prestasinya kali ini tidak hanya untuk diri sendiri namun juga keluarga. Dikatakan atlet pencak silat yang turun di nomor tarung putra kelas 65kg-70kg itu jika kemenangan tersebut ingin dipersembahkan kepada orangtua yang ingin dibelikannya rumah dan diberangkatkan haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *