Kisah Orang Terkaya di China Ditolak Bekerja di KFC

Rekanbola – Jack Ma adalah salah satu orang terkaya di dunia, dengan nilai kekayaan lebih dari USD 36 miliar menurut Forbes. Jauh sebelumnya, ada masa ketika dia benar-benar sulit mendapat pekerjaan. Dia sering menceritakan kisah hidupnya itu sebagai inspirasi.

“Anda harus terbiasa menerima kegagalan,” sebut Jack Ma saat menjadi pembicara di University of Nairobi.

berbagai penolakan yang diterima Jack Ma, memberinya pelajaran bisnis penting. Setelah lulus kuliah, dia melamar lebih dari 30 pekerjaan di Hangzhou, China. Semua perusahaan yang dilamarnya itu menolaknya.

Penolakan yang mungkin paling berkesan baginya adalah ketika mendatangi KFC. Sebanyak 24 orang melamar untuk posisi yang lowong di restoran ayam goreng ternama itu, namun hanya 23 yang diterima. Dia menjadi satu-satunya yang tidak diterima.

Kesedihan yang sama dirasakannya ketika mencoba menjadi polisi. Kali ini, hanya empat dari lima pelamar yang diterima bekerja. Ma lagi-lagi ditolak. Ma nyaris putus asa dan kapok melamar pekerjaan.

“Saya bersama sepupu menunggu selama dua jam di antrean panjang untuk menjadi pelayan di hotel bintang empat di kota tempat kami tinggal, di panas terik. Skor sepupu lebih rendah dari saya, tapi dia diterima. Saya ditolak!,” kisahnya.

Meski saat ini dia bisa bercanda mengenai masa lalunya, Ma tidak menampik kalau penolakan demi penolakan yang dulu diterimanya sangat membekas dan menyakitkan. Sisi baiknya, dia mendapat pelajaran untuk menyiapkan masa depan kewirausahaan yang dirintisnya.

“Jika Anda tidak terbiasa dengan kegagalan, sama seperti petinju, Anda tidak terbiasa balik menghajar. Bagaimana Anda bisa menang?,” katanya di hadapan hadirin.

Ketabahan itu yang menguatkan Ma saat mendirikan situs e-commerce Alibaba pada 1999. Pada awalnya, Ma sering menerima kata ‘tidak’, pada setiap perusahaan yang didatanginya saat memperkenalkan Alibaba.

Baca Juga:   Selain hemat listrik, ini sejumlah kelebihan tiga produk rumah tangga inverter LG

“Saya ingat di 2001, kami berusaha mendapatkan USD 5 juta dari pemodal di Amerika Serikat dan ditolak. Saya katakan, saya akan kembali dengan nilai yang sedikit lebih banyak,” kenang Ma.

Barangkali pemodal tersebut saat ini menyesali keputusan mereka. Karena Alibaba kini punya nilai market capital USD 400 miliar. Saat penawaran saham perdana (IPO) di 2014, Alibaba tercatat sebagai perusahaan dengan IPO terbesar.

“Ketika Anda membaca begitu banyak kisah sukses, orang akan antusias. Mereka pikir ‘Saya akan bisa sukses’. Sebenarnya, ketika Anda berbagi banyak kisah kegagalan, justru Anda belajar,” tutupnya.

(Kredit : www.detik.com)