Kisruh Perang Dagang, BI Proyeksi Ekonomi Kuartal II Landai

REKANBOLA – Bank Indonesia (BI) menaksir pertumbuhan ekonomisecara tahunan (year-on-year) pada kuartal II 2019 akan lebih landai dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebesar 5,07 persen. Kendati demikian, BI menyebut angkanya tidak akan jauh berbeda dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjabarkan proyeksi tersebut. Pertama, kinerja ekspor Indonesia masih akan tertekan seiring eskalasi perang dagang antara AS dan China.

Sebab, perang dagang membuat pertumbuhan ekonomi beberapa negara melemah, sehingga permintaan ekspor dari Indonesia juga akan berkurang. Apalagi, harga komoditas belakangan juga tengah lesu.

Meski begitu, ia tetap memperkirakan neraca perdagangan pada Mei akan surplus. Walaupun, ia sangsi surplus tersebut belum bisa mengompensasi neraca perdagangan yang mengalami defisit US$2,5 miliar pada April.

“Jadi, memang melandai dibandingkan kuartal I, tapi yang kami sebut landai ini more or less (kurang-lebih) tidak jauh berbeda dibandingkan kuartal lalu,” jelas Perry di Gedung BI, Kamis (20/6).

Kedua, ia melihat investasi non-bangunan juga masih tetap lesu seiring dampak perlambatan ekspor. Sementara, investasi fisik masih akan terus berjalan seiring tingkat kemajuan proyek infrastruktur pemerintah.

Sejatinya, lanjut Perry, pertumbuhan ekonomi masih ada harapan dari pertumbuhan konsumsi. Makanya, ia menilai permintaan masyarakat harus didorong untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia akibat perang dagang.

“Konsumsi rumah tangga masih kami anggap baik. Bersamaan dengan ramadan dan Idul Fitri dan ada belanja bantuan sosial dari pemerintah. Ini memberikan stimulus fiskal ke konsumsi rumah tangga,” imbuh dia.

Di sisa tahun ini, ia masih memprediksi bahwa ekspor masih akan tertekan akibat kelanjutan drama perang dagang. Pertumbuhan ekonomi seharusnya masih bisa didorong melalui konsumsi rumah tangga. 

Apalagi, konsumsi rumah tangga berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni 56,82 persen pada kuartal I lalu.

Baca Juga:   Tak mau RI cuma jadi pasar, Jokowi berpesan anak muda terus berinovasi pada teknologi

“Secara keseluruhan, BI juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5 persen hingga 5,4 persen,” tandasnya.