Klub-klub Premier League Sepakat, Bursa Transfer Ditutup Lebih Cepat

Rekanbola – Premier League terus membuat gebrakan baru. Musim ini, Premier League terbilang sebagai liga paling depan yang menutup bursa transfer musim panas jika dibandingkan dengan liga-liga top Eropa lainnya. Aturan tersebut juga dipertahankan untuk musim depan.

Bursa transfer musim panas alias sebelum musim dimulai selalu jadi wadah bagi klub-klub untuk mendatangkan pemain-pemain yang mereka inginkan. Namun ada beberapa klub yang keberatan dengan bursa transfer yang masih dibuka bahkan saat pertandingan musim baru sudah berjalan.

Kondisi ini coba diselesaikan oleh Premier League. Musim 2018/19 ini menjadi saksi keseriusan Premier League mengatasi masalah ini. Pada 2017 silam, pemungutan suara yang melibatkan 20 klub Premier Lague mencapai kesepakatan untuk menutup bursa transfer pada 9 Agustus – bukan pada 31 Agustus seperti pada umumnya.

Hal ini memungkinkan klub lebih serius menatap musim baru tanpa memusingkan pembelian pemain di saat yang sama. Terbukti, ide itu berjalan dengan baik musim ini.

 

Sambutan Positif

Melihat sambutan positif dari penikmat Premier League, aturan yang sama akan ditegakkan musim 2019/10 mendatang. Dari 20 klub Premier League, 11 klub memilih mempersingkat bursa transfer, 9 klub lainnya kalah suara. Mereka memutuskan menutup bursa transfer tepat di malam sebelum pertandingan pertama musim baru.

Kesepakatan ini dapat dipahami. Sebab, jika masih menggunakan cara lama (yang ditutup pada 31 Agustus), klub-klub Premier League harus melewati empat pertandingan sebelum akhir bursa transfer. Kondisi ini dinilai bisa mengganggu fokus para pemain.

 

Contoh Kasus

Satu contoh yang sangat jelas adalah kasus Alex Oxlade-Chamberlain tahun lalu. Dia membela Arsenal pada laga kontra Liverpool di Anfield pada Agustus 2017.

Baca Juga:   Jika Anda Tahu 20 Kata Korea Ini, Anda Mungkin Seorang Pecinta K-Pop

Uniknya, dia juga bermain saat Liverpool melawat ke Emirates Stadium pada bulan Desember di tahun yang sama. Alex Oxlade-Chamberlain bermain untuk dua klub, melawan satu sama lain di tahun yang sama.

Banyak klub Premier League yang tak mau kondisi ini terulang. Oleh sebab itu, pemotongan masa bursa transfer ini dinilai sebagai solusi yang paling tepat demi kepentingan bersama.