Korea Utara geram dituduh AS sebagai negara pelanggar HAM

Rekanbola.com – Korea Utara dibuat geram oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato tahunannya. Trump mengutuk Korea Utara dan menyebut negara tersebut sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM).

Dalam laporan tahunan AS, Korut secara konstan menempati posisi teratas sebagai negara dengan pelanggaran hak asasi manusia terburuk. Korut saat ini diperkirakan memiliki 120.000 tahanan politik. Kritikan tersebut tidak hanya didapat dari AS, melainkan juga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menanggapi tuduhan itu, Korut melalui Kantor Berita Pusatnya justru menyampaikan pendapat sebaliknya. Surat kabar KCNA menuding AS berpura-pura berperan sebagai ‘penjaga demokrasi’ dan ‘pejuang hak asasi manusia’ lalu menuduh negara lain pelakunya.

“AS seolah sedang memainkan peran namun dia tidak pernah bisa menyamarkan identitas aslinya sebagai pelanggar hak asasi manusia yang kejam,” demikian pernyataan KCNA, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (30/1).

“Diskriminasi dan rasisme adalah penyakit serius yang melekat pada sistem sosial AS. Hal itu semakin parah sejak Trump menjabat,” tambah pernyataan itu, merujuk pada demonstrasi berujung kekerasan di Charlottesville tahun lalu.

Menurut Korut, warga AS khususnya kelas pekerja selama ini hanya ‘melayang di jurang mimpi buruk’. Mereka kehilangan rumah, pekerjaan, dan harus mengeluarkan biaya pengobatan yang sangat mahal. Padahal, para pejabat anak buah Trump merupakan miliarder dan konglomerat dengan aset total senilai USD 14 miliar.

“Kebijakan tak biasa yang diberlakukan administrasi Trump secara terbuka dalam setahun ini hanya untuk memberi keuntungan kepada segelintir kalangan kaya,” ucapnya.

 

Baca Juga :

Baca Juga:   Kapolri sebut motif penembak polisi di tol balas dendam

 

Hasil gambar untuk MInion logo