Korut Akan Pulangkan Jasad Tentara AS yang Tewas dalam Perang

Rekanbola – Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Korea Utara akan memulangkan sedikitnya 200 jasad tentara Amerika Serikat yang tewas saat Perang Korea.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, saat bertemu di Singapura pada 12 Juni lalu.

“Persiapan terus dilakukan untuk menerima [jasad tentara]. [Pemulangan] ini dapat dilakukan dalam beberapa hari ke depan,” kata pejabat yang tak ingin disebutkan identitasnya itu.

“Dan komitmen yang disepakati dalam pernyataan bersama antara Presiden Trump dan Pemimpin Kim Jong-un untuk melakukan repatriasi seperti yang pernah dilakukan pada awal 1990-an akan memperkuat aspek kemanusiaan dari misi ini.”

Dilansir CNN, otoritas AS akan melakukan tes DNA dan prosedur identifikasi jenazah secara ketat sebelum memberitahu kerabat bahwa jasad anggota keluarganya telah ditemukan.

Saat repatriasi berlangsung, pejabat Korut diharapkan akan menyerahkan jasad dan peninggalan tentara AS lainnya kepada perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah demiliterisasi (DMZ) atau perbatasan Korut-Korea Selatan.

Dari situ, perwakilan PBB baru akan menyerahkan jenazah-jenazah kepada personel AS yang kemudian mengirimkannya ke laboratorium militer di Hawaii untuk pencocokan dan identifikasi DNA.

Korut dilaporkan masih menahan sedikitnya 200 jenazah tentara AS yang tewas dalam Perang Korea 1950-1953 lalu. Jasad tersebut ditemukan dalam beberapa tahun belakangan.

Dikutip AFP, jumlah itu sesuai dalam lembar fakta Kementerian Pertahanan AS mengenai daftar orang hilang selama Perang Korea yang diperbarui awal pekan ini.

Sekitar 350.000 warga AS diperkirakan tewas dalam perang yang hanya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Dari ratusan ribu angka itu, sedikitnya 7.700 orang dilaporkan masih hilang. Menurut Pentagon, sebanyak 5.300 di antaranya dilaporkan hilang di Korut.

Baca Juga:   Terjangan Badai Pasir Dahsyat Tewaskan Sedikitnya 125 Orang di India

Selama kurun waktu 1990-2005, Pyongyang pernah merepatriasi sekitar 229 tentara AS di bawah perjanjian dengan Washington.

Namun, kesepakatan itu ditangguhkan ketika hubungan kedua negara memburuk terutama karena ambisi program senjata nuklir Korut.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)