KPK Kembali Panggil Idrus Marham Terkait Suap PLTU Riau-1 Besok

Rekanbola – KPK kembali memanggil Menteri Sosial Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 besok. Dia dipanggil sebagai saksi.

“Besok Kamis (26/7) direncanakan pemeriksaan Idrus Marham sebagai saksi dalam kasus ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).

Febri mengatakan ada sejumlah hal yang masih harus dimintakan klarifikasi kepada Idrus. Meski demikian, Febri enggan menjelaskan secara terperinci apa saja materi pemeriksaan Idrus nantinya.

“Masih ada yang perlu kami konfirmasi lebih lanjut terkait dengan misalnya kemarin kan dilakukan pemeriksaan untuk mengklarifikasi pertemuan-pertemuan dengan tersangka, itu sudah kami tanya. Dan setelah kami pelajari, ada yang perlu didalami lebih lanjut,” ucapnya.

“Apakah itu dalam konteks pertemuan resmikah, kedinasan atau pertemuan lain yang membicarakan proyek Riau-1? Itu perlu dikonfirmasi apakah benar atau tidak,” sambung Febri.

Sebelumnya, Idrus mengaku bakal dipanggil KPK pada hari Kamis besok. Dia mengaku siap memberi keterangan tambahan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

“Memang waktu itu belum selesai dan agak malam, akhirnya disepakati penyidiknya dengan memberikan waktu kepada saya untuk memberikan penjelasan tambahan sebagai saksi dan insyaallah hari Kamis.

Memang janji saya pada tempo hari saya memberikan penjelasan sebagai saksi,” ujar Idrus di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/7).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka.

KPK menduga Eni menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Baca Juga:   Pelaku Teror di Konser Ariana Grande Pria Inggris Keturunan Libya

KPK telah mengamankan Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat kepada Eni. Pemberian pertama kepada Eni diduga dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar.

pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut dilakukan melalui staf dan keluarga Eni.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *