KPK sebut kepala daerah banyak korupsi karena biaya politik tinggi

Rekanbola – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar 34 operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah sejak 2012. Kebanyakan dari kepala daerah tersebut terlibat tindak pidana suap, baik terkait perizinan, pengisian jabatan, dan lainnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, faktor yang menyebabkan tindak pidana korupsi kerap dilakukan kepala daerah, salah satunya lantaran biaya politik yang tinggi.

“Biaya politik yang tinggi dapat diidentifikasikan sebagai salah satu faktor pendorong korupsi kepala daerah,” ujar Febri saat dikonfirmasi rekanbola, Minggu (7/10/2018).

Usai menjadi pejabat publik, kata Febri, beberapa kepala daerah yang terjaring OTT diketahui tengah mengumpulkan uang untuk kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah petahana.

“Dalam OTT para kepala daerah ini, terdapat beberapa pelaku yang mengumpulkan uang untuk tujuan pencalonan kembali,” kata dia.

Selain itu, beberapa kepala daerah juga kerap memberikan beberapa proyek di wilayahnya untuk digarap mantan tim suksesnya. Febri mengatakan, utang dana kampanye beresiko dibayar melalui alokasi proyek-proyek di daerah.

“Jika hal-hal di atas tidak diselesaikan, akan semakin sulit mengurai benang kusut korupsi politik di daerah,” kata Febri.

Baca Juga:   Amien Rais Mengaku Akan “Bongkar” Kasus di KPK yang Sudah Lama Mengendap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *