Kronologi Kasus ABG Bekasi Dijual ke Papua Jadi Pelayan Karaoke

Rekanbola  – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi anak. Seorang ABG perempuan berinisial W (16) dijual ke Papua untuk menjadi pelayan sebuah tempat hiburan malam.

 

Hasil gambar untuk foto abg

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jarius Saragih mengatakan, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya adalah Ika Dewi Ratnawati (44) yang bertindak menyalurkan ke tempat hiburan malam di sana, dan Novi (22) perantara korban ke Ika.

“Tersangka mendapatkan uang Rp 2 juta,” kata Jarius, Rabu (2/5).

Ia menjelaskan, kasus itu bermula ketika W mengadu ke tersangka Novi ingin bekerja. Sebelumnya W dan Novi sama-sama menjadi pengamen jalanan. Karena itu, Novi memperkenalkannya kepada Ika Dewi di Duren Jaya, Bekasi Timur.

“Tersangka ID (Ika Dewi) lalu menyalurkan ke tempat hiburan karaoke di Nabire, Papua,” katanya.

Menurut dia, tersangka ID mengantarkan langsung korban W ke Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng untuk berangkat menuju Papua pada Februari lalu. Rupanya, sampai di sana korban dipekerjakan menjadi pelayan di sebuah tempat karaoke.

Kasus itu terungkap setelah seorang perempuan berinisial Wit pulang dari Papua. Wit mengabarkan bahwa W dipekerjakan sebagai pelayan tempat hiburan, dan dijerat hutang hingga Rp 11 juta. Adapun Wit yang juga korban pulang dari Papua usai melunasi utangnya.

Orang tua W, Hendrik (55) yang mendapatkan kabar tersebut lalu melapor ke Polres Metro Bekasi Kota. Dua orang yang bertanggungjawab atas eksploitasi anak itu, Novi dan Ika Dewi akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami masih mengembangkan kasus ini, kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulangkan korban dari Papua,” katanya.

Baca Juga:   Firman Wijaya Tunjuk Pengacara Antasari Azhar untuk Lawan SBY

 

( Sumber : Merdeka.com )