Label Fesyen 123 Tahun Henri Bendel Ditutup di AS

REKANBOLA — Label fesyen Amerika Serikat Henri Bendel yang terkenal untuk koleksi tas dan sepatu mewahnya akan ditutup pada Januari 2019. Penutupan ini diumumkan oleh perusahaan induk L Brands.

Yang menyedihkan, label ini termasuk label fesyen legendaris yang sudah berdiri selama 123 tahun.

L Brands juga mengungkapkan bahwa situs web Bendel dan 23 toko labelnya di Amerika Serikat termasuk toko unggulannya di New York Fifth Avenue akan tetap buka selama musim belanja.

Mengutip AFP, sejak awal 2019, L Brands mengungkapkan bahwa mereka akan menguatkan fokus pada label yang lebih menguntungkan.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dalam bisnis dan meningkatkan nilai pemegang saham,” kata ketua dan CEO L Brands Leslie Wexner dalam pernyataannya.

“Sebagai bagian dari hal itu, kami memutuskan untuk menghentikan operasional Bendel demi meningkatkan profitalibitas perusahaan dan berfokus pada merek kami yang lebih besar dan memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.”

Penutupan toko Bendel ini sudah terlihat di Manhattan. Penutupan ini menandai akhir perjalanan legendaris Bendel sejak tahun 1895.

Sejarah Bendel

Tahun 1895, desainer kelahiran Louisiana, Henri Bendel yang awalnya menjadi seorang pembuat topi, membuka toko pertamanya di Greenwich Village, New York.

Tahun 1960-an perusahaan tersebut mulai mempekerjakan Andy Warhol sebagai ilustrator internal. Namun label ini mulai terkenal sejak ikut serta dalam Sex and the City. Bendel pun memenangkan penggemar baru.

Tahun 1985, Bendel pun diakuisisi oleh L Brands. Namun selama perjuangannya di grup tersebut, penjualan Bendel pun jadi lamban. Label ini mencatat kerugian operasional sebesar US$45 juta di 2018. Padahal seharusnya target pendapatannya adalah US$85 juta.

Baca Juga:   Cewek ini pemotretan di 100 bathtub berbeda, seni yang antimainstream