Lehmann Nilai Tugas Emery Bisa Dilakukan Neneknya

rekanbola – Mantan pemain Arsenal, Jens Lehmann angkat bicara soal situasi pelatih anyar mantan klubnya tersebut, Unai Emery. Dia meyakini tugas Emery sebenarnya tak terlalu sulit karena Arsenal saat ini sudah sangat baik dan tak perlu dibangun ulang sejak dari nol.

Sebagaimana diketahui, Arsenal sebelumnya ditangani oleh Arsene Wenger selama 22 tahun. Meneruskan pekerjaan yang dibangun Wenger selama lebih dari dua dekade tersebut tentu bukan tugas mudah. Emery dihadapkan pada tantangan besar.

Namun, menurut Lehmann, Emery beruntung karena mewarisi hasil kerja keras Wenger. Dia percaya Wenger sudah bekerja keras selama 22 tahun untuk membentuk struktur klub yang terbaik dan membentuk skuat yang mumpuni.

Baca lanjutan komentar Lehmann soal situasi Emery di Arsenal di bawah ini:

 

Tak Perlu Bangun Ulang

Tak Perlu Bangun Ulang

Arsenal © ARS

Dikatakannya, Emery sebenarnya tak perlu membangun ulang Arsenal. Dia percaya Emery telah menerima tugas di Arsenal dalam kondisi terbaik. Klub dan tim dalam kondisi terbaik setelah dibangun Wenger selama bertahun-tahun.

“Saya tidak menganggapnya sebagai pembangunan ulang, pelatih baru (Emery) mengambil alih klub dalam kondisi yang hampir sempurna. Para pemain memiliki sikap yang baik,” ungkap Lehmann di skysports.

“Saya berharap lebih banyak pada Sabtu nanti (vs Chelsea), mereka memiliki peluang besar, dan setelah 22 tahun ini adalah sesuatu yang baru, tentu saja.”

“Bisa saja nenek saya yang mengambil alih, atau siapa pun, tetapi tetap hal yang baru,” sambung dia.

 

Kesuksesan

Kesuksesan

Arsenal © ARS

Lebih lanjut, Lehmann meyakini Wenger telah meraih banyak kesuksesan selama 22 tahun menangani Arsenal. Dia meyakini kesuksesan itu tak hanya dinilai dari trofi, melainkan warisan yang dia tinggalkan.

Baca Juga:   Ketika Federer Akan Bertarung dengan Serena Williams

“Saya tidak setuju bahwa setelah 22 tahun, perlu waktu untuk mengembankannya (Arsenal) – 22 tahun itu hebat, dan Arsene sudah menciptakan sepak bola terbaik di negara ini, bahkan mungkin di Eropa.”

“Pep Guardiola mencontohnya di tahun-tahun terbaiknya, mungkin 10 tahun lalu. Selama 22 tahun ini adalah periode kesuksesan. Buhkan sukses maksimal, dan dalam beberapa tahun terakhir tak cukup sukses setelah gagal tampil di Liga Champions, tetapi waktu ini berjalan bersama dengan baik,” tutup Lehmann. (sky/dre)