Lembaga Survei Klaim Pemilu 2019 Jurdil

REKANBOLA – Munculnya penilaian bahwa Pemilu 2019 adalah tidak jujur dan tidak adil, dibantah melalui hasil survei lembaga Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC).

Penelitian yang dilakukan 20 Mei 2019 hingga 1 Juni 2019 itu, menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat justru percaya kalau pemilu yang baru digelar April 2019 itu, berlangsung jurdil.

“Anggapan pemilu 2019 tidak berlangsung jurdil, tidak sejalan dengan penilaian mayoritas warga Indonesia,” ujar Direktor Program SMRC Sirojudin Abbas, dalam pemaparan rilis survei terbaru, di Kantor SMRC Jalan Cisadane Nomor 8 Menteng Jakarta Pusat, Minggu 16 Mei 2019.

Survei SMRC menunjukkan, masyarakat yang percaya bahwa Pemilu 2019 jurdil sebesar 68-69 persen. Sementara yang tidak percaya sebesar 27-28 persen saja.

Tren kepercayaan publik dalam beberapa kali pemilu langsung digelar di Indonesia, hampir sama. Baik di Pemilu 2009 dan Pemilu 2014. Angkanya di kisaran 70 persen.

Seperti, lanjut Sirojudin Abbas, pada pemilu 2009 tingkat kepercayaan bahwa pemilu berlangsung jurdil sebesar 67 persen. Pada Pemilu 2014, mayoritas publik juga menilai pemilu berlangsung jurdil dan yang mempercayai itu mencapai 70,7 persen.

Survei SMRC dilakukan dengan wawancara langsung, yakni pada 20 Mei 2019 hingga 1 Juni 2019. Di mana populasi dipilih menggunakan multistage random sampling yakni sebanyak 1.220 responden. Respon rate atau yang dapat diwawancarai tidak semua, hanya 88 persen atau sebesar 1.078 responden.

Margin of error dari survei ini adalah lebih kurang 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Untuk quality control dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel. Disebutkan bahwa para supervisor yang telah dilatih, mendatangi responden yang terpilih.

 

Baca Juga:   Wapres Jusuf Kalla: Otoriter dan Nepotisme Ciri Awal Kebangkrutan Negara