Lewat surat, Eni beberkan kronologi saat diminta Golkar kawal Proyek PLTU Riau-1

Rekanbola – Tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih mengaku telah membeberkan semua kronologi saat ditugasi Partai Golkar mengawal proyek tersebut. Hal itu dijelaskan melalui surat yang diberikan Eni kepada pengacaranya.

“Itu sebetulnya saya menceritakan soal kronologi dari awal saya ditugasi partai untuk mengawal PLTU Riau ini sampai saya ada di sini (KPK),” ujar Eni sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (26/9).

Politikus Partai Golkar itu kembali menegaskan bahwa dia diperintahkan atasannya untuk mengawal proyek tersebut. Namun Wakil Ketua Komisi VII ini masih enggan mengungkapkan sosok atasan yang memintanya mengawal proyek PLTU Riau-1.

“Ya karena saya petugas partai, atasan saya yang memberikan tugas kepada saya. Pokoknya atasan saya pada zamannya. Saya diberikan tugas karena saya petugas partai, untuk mengawal,” tegas Eni.

Adanya dugaan keterlibatan Partai Golkar dalam pusaran kasus korupsi mencuat saat penyidik KPK menerima pengembalian uang Rp 700 juta dari salah satu pengurus partai terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Kasus ini menjerat dua kader Golkar, yakni Idrus Marham dan Eni Maulani Saragih.

Eni juga sempat menegaskan adanya uang suap dari proyek senilai USD 900 juta ini untuk Munaslub Partai Golkar yang mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum menggantikan Setya Novanto yang di penjara lantaran korupsi e-KTP.

Dia juga mengaku melaporkan penerimaan uang kepada Plt Ketua umum Golkar saat itu, Idrus Marham, yang kemudian juga menjadi tersangka.

Kasus dugaan suap ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, dan pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo.

Baca Juga:   Eni Saragih: Uang suap proyek dipakai Munaslub, Golkar yang kembalikan

Dalam proses pengembangan, KPK juga menetapkan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai tersangka. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johanes jika berhasil menggarap proyek senilai USD 900 juta itu.