Limbah PKS Mini Sei Bamban Cemari Lingkungan, Bupati Sergai Akan Pertanyakan Izinnya

Rekanbola – Resahnya warga atas pencemaran lingkungan berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini terletak di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya direspon Bupati Sergai Ir H Soekirman.

Soekirman merupakan aktivis lingkungan ini akan mempertanyakan izin dimiliki PKS mini tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Sergai. Hal itu disebabkan adanya keresahakan warga atas pencemaran limbah dan polusi udara berasal dari PKS mini tersebut.

“Ya kita lihat apakah ada ijin yang dikantongi atau tidak,” tulis Bupati melalui aplikasi whatsapp pada Rekanbola.com.

Menurutnya, setiap orang atau perusahaan melakukan kegiatan yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan melalui limbah melampaui ambang batas. Maka akan dikenakan sanksi berupa hukuman atau denda sesuai dengan UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Apabila ada pencemaran lingkungan melampaui ambang batas, jelas telah melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” katanya.

Sebelumnya Amin warga berdomisili disekitar PKS mini tersebut resah akibat limbah mengalir kepemukimannya. Akibat limbah tersebut ikan berada dalam kolam sebagian besar mati sehingga dirinya merugi akibat dua kolam miliknya tidak dapat digunakan lagi.

“Selain kolam, kami gak bisa ternak ayam lagi, karena limbah itu buat ayam banyak mati,” pungkasnya, Rabu (5/12/2018).

Sementara itu polusi udara berwarna hitam kecoklatan berasal dari cerobong asap PKS mini tersebut sangat mengganggu warga ingin sembahyang di pihara tidak jauh dari lokasi PKS mini tersebut.

“Kalau sore asapnya hitam itu ditiup angin sampai ke pihara sehingga membuat napas sesak dan mengganggu warga ingin sembahyang,” kata Aciuk.

Baca Juga:   Dua Poin Hasil Pertemuan Kominfo dengan Facebook

Aciuk minta Bupati Sergai agar meninjau izin PKS mini telah meresahkan warga atas adanya limbah telah mencemari pemukiman dan polusi udara. Pasalnya warga sudah berusaha minta agar pengusaha agar memperhatikan keluhan warga. Namun keluhan tersebut tidak direspon.

“Kami minta pak Bupati mencabut izinnya karena akibat limbah dan polusi udara sangat mengganggu kami,” bilangnya.