Lion Air Pindahkan Penerbangan dari Bandung ke Kertajati

REKANBOLA – Maskapai Lion Air akan memindahkan seluruh penerbangannya dari Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung ke Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Informasi ini disampaikan oleh staff komunikasi perusahaan Lion Air, Danang Mandala Prihantono dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (23/6).

“Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group akan beroperasi di Bandar Udara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (KJT) efektif 1 Juli 2019 hingga pemberitahuan lebih lanjut (until further notice),” tulis Danang.

Diketahui saat ini, sudah ada enam maskapai yang menyatakan akan memindahkan rute penerbangannya ke bandara tersebut. Dalam keterangan tertulis di situs Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, penerbangan itu adalah penerbangan dengan tujuan Banjarmasin, Batam, Bali, Medan, Pekanbaru, Pontianak, dan Ujung Pandang dengan maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Nam, Wings, Air Asia, dan Citilink.

Sedangkan yang sudah melayani penerbangan sejak 2018 lalu adalah Garuda Indonesia (Kertajati-Balikpapan, Kertajati-Lampung), Citilink (Kertajati-Surabaya, Kertajati-Medan), Transnusa (Kertajati-Lampung, Kertajati-Semarang), Lion Air (Kertajati-Balikapapan, Kertajati-Meddinah), dan Wings Air (Kertajati-Yogyakarta, Kertajati-Halim .

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan maskapai-maskapai tersbut akan pindah maksimal pada 1 Juli mendatang.

“Pemerintah pusat di sini mengatur layanan penerbangan di Kertajati ini agar menjadi lebih baik. Kita rencanakan paling lambat 1 Juli pemindahan (penerbangan) dilakukan,” kata Budi di Bandara Internasional Kertajati, Selasa (18/6) lalu.

Lion Air akan menyediakan 26 frekuensi penerbangan pulang pergi setiap harinya dengan 10 kota tujuan berbeda. Lion Air juga akan menggunakan pesawat baru yakni Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi) atau Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi).

“Kehadiran Lion Air di Kertajati, diharapkan memberikan keuntungan bagi wisatawan mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnus), pebisnis dan masyarakat setempat, terutama dalam kemudahan melanjutkan perjalanan udara (connecting flight),” ucap Danang.

Baca Juga:   BPH Migas Yakin Sub Penyalur Tak Menyalahgunakan BBM