Luhut Optimistis Petani RI Menangkan Gugatan Kasus Montara

REKANBOLA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan percaya diri Indonesia akan memenangkan kasus Montara di Pengadilan Australia. Proses persidangan pun sudah dimulai sejak Senin (17/6) kemarin.

Luhut mendapatkan laporan bahwa persidangan awal pekan ini berjalan cukup baik dan sesuai dengan harapan pemerintah. Namun, prosesnya masih akan berlanjut.

“Ya, persidangan sudah (dimulai) di Australia, saya dengar laporan persidangan berjalan dengan cukup bagus,” ujar Luhut, Jumat (21/6).

Diketahui, petani rumput laut Indonesia menggugat ganti rugi lebih dari US$137 juta atau sekitar Rp1,9 triliun (kurs Rp14.335 per dolar Amerika Serikat) kepada PTT Exploration and Production (PTTEP) Thailand di Pengadilan Australia.

Hal ini dilakukan karena PTTEP Thailand dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tumpahan minyak Montara di Laut Timor yang mencemari perairan Indonesia. Tumpahan itu membuat petani kehilangan mata pencaharian sejak Agustus 2009 silam.

Ketika ditanyakan mengenai antisipasi jika kalah di persidangan, ia tak menjawab dengan gamblang. Luhut memastikan pihak PTTEP Thailand akan membayar ganti rugi sesuai permintaan petani rumput laut Indonesia.

“Enggak kalah lah Indonesia, (yakin) ganti rugi,” tegas Luhut.

Sebelumnya, Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian merangkap Ketua Satuan Tugas Montara Purbaya Yudhi Sadhewa menuturkan ia bersama tim dari pemerintah berkunjung ke Australia pekan lalu untuk bertemu dengan tim kuasa hukum penggugat.

“Saya hari Rabu (12/6) berangkat ke Australia. Lalu, Kamis (13/6) bertemu tim pengacara untuk melihat seperti apa. Jumat (14/6), Saya bertemu dengan pemerintah Australia,” ujar Purbaya.

Dalam sidang perdana, ada empat anggota Satgas Montara untuk mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada petani rumput laut Indonesia.

Baca Juga:   Desainer Indonesia I.K.Y.K Pamerkan Hijab di Amazon Fashion Week Tokyo

“Saya janji kepada pengacara mereka (petani), kami akan pasok bukti-bukti lain supaya mereka menang di sana. Saya butuh mereka menang di sana,” pungkas Purbaya.