Luhut Sebut IMF Sudah Memperbaiki Diri

REKANBOLA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai andil IMF pada krisis ekonomi Indonesia 1997-1998 tidak perlu dikaitkan dengan peran Indonesia sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) – Bank Dunia 2018.

Menurutnya IMF telah memperbaiki diri. “Keterkaitan itu tidak ada urusannya. Itu kejadian 20 tahun lalu,” katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (17/9).

Sejumlah kalangan di dalam negeri mempunyai pandangan negatif terhadap IMF.  Sejumlah ekonom menilai intervensi IMF terhadap ekonomi Indonesia pada 1998 lalu telah memperparah kondisi krisis dalam negeri.

Dua masalah yang paling disoroti, rekomendasi IMF untuk melikuidasi 16 bank yang ‘sakit’ yang  memicu penarikan uang nasabah besar-besaran dari bank. Kebijakan lain, pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia untuk membenahi sektor perbankan yangkemudian malah dikemplang.

Luhut mengungkapkan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia harus dilihat manfaatnya bagi perekonomian Indonesia, khususnya Bali yang merupakan lokasi penyelenggaraan acara. Selain bisa menjadi ajang untuk mempromosikan Indonesia, kegiatan ini juga bermanfaat bagi masyarakat dengan adanya pembangunan dan kesempatan kerja.

Pemerintah memperkirakan pertemuan yang akan digelar bulan depan itu akan mendongkrak perekonomian Bali hingga 6,54 persen. Tanpa pertemuan tersebut, perekonomian Bali diperkirakan hanya akan tumbuh di kisaran 5,9 persen.

Secara terpisah, Ketua Pelaksana Harian pertemuan IMF-World Bank Susiwijono menambahkan posisi Indonesia saat ini telah berbeda. Indonesia, lanjut Susiwijono, kini telah memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan anggota G20.

Sebagai sebuah negara, lanjut Susiwijono, kedua lembaga internasional menghormati Indonesia dan mengapresiasi persiapan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan tersebut. Hal itu tercermin dari kerapnya kunjungan direktur pelaksanan IMF dan pimpinan Bank Dunia ke Indonesia.

Baca Juga:   Bunga Acuan BI Naik, IHSG Dibuka Perkasa

“Mana ada negara didatangi terus oleh Managing Director IMF dan Bank Dunia berkali-kali,” ujar Susiwijono.

Senada dengan Luhut, Indonesia ingin mengambil manfaat sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF – Bank Dunia.Susiwijono mengingatkan dari biaya penyelenggaraan yang berkisar Rp566 miliar, Indonesia bisa mendapatkan manfaat langsung dan non langsung hingga Rp7,8 triliun pada perekonomian.

Karenanya, Susiwijono meminta dukungan dari masyarakat untuk kelancaran penyelenggaraan perhelatan ini.