Rekanbola – Manchester City menelan kekalahan mengejutkan saat melawat ke markas Newcastle United dalam pekan ke-24 Premier League 2018/19, Rabu (30/1) dini hari WIB. Sempat unggul cepat setelah 24 detik, Man City akhirnya menyerah 1-2.

Kekalahan ini tentu merupakan berita buruk bagi Man City. Betapa tidak, pasukan Pep Guardiola ini sedang berusaha mengejar Liverpool di puncak klasemen sementara. Kekalahan Man City bisa memperlebar selisih poin.

Saat ini Liverpool memuncaki klasemen sementara dengan 60 poin dari 23 pertandingan. Man City mengekor di posisi kedua dengan 54 poin dari 24 pertandingan. Artinya, jika Liverpool mampu mengalahkan Leicester City, Kamis (31/1) dini hari WIB nanti, jarak kedua tim itu bisa melebar jadi tujuh poin.

Bek Man City, Aymeric Laporte mengakui kekalahan itu menyulitkan. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Mengecewakan

Laporte tak bisa banyak berdalih, dia mengakui kekalahan itu mengecewakan. Man City ingin terus mendekat dan memberi tekanan pada Liverpool, tapi kekalahan itu membuat segalanya jadi lebih sulit. Laporte hanya berharap skuat Man City bisa memetik pelajaran dari hasil buruk itu.

“Rasanya selalu mengecewakan ketika anda kalah, sebab kami ingin terus mendekat ke Liverpool, dan itulah tujuan kami. Namun, kami harus belajar dan menatap ke depan, serta belajar dari kesalahan kami dan memikirkan pertandingan berikutnya,” ungkap Laporte di laman resmi mancity.

“Kami menciptakan beberapa peluang dan seharusnya mencetak lebih banyak gol Mereka cuma menciptakan sedikit peluang, tapi mereka lebih efektif dari kami.”

“Akan tetapi masih ada 14 pertandingan sisa, dan kami akan berjuang sampai akhir,” lanjut dia.

Baca Juga:   Barcelona Inginkan Penyerang Sayap Sevilla

Peluang

Peluang
Josep Guardiola © AFP

Pernyataan Laporte senada dengan bosnya, Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona ini menggarisbawahi fakta bahwa Man City menciptakan banyak peluang, Newcastle cuma dua kali melepaskan tembakan tepat sasaran, dan dua-duanya jadi gol.

“Kami tidak menunjukkan ritme pertandingan yang harus kami wujudkan dalam permainan kami. Permainan kami lambat, kami tidak berkomitmen, kami tidak menemukan pemain yang tepat,” kata Guardiola.

“Mereka [Newcastle] hanya dua kali melepaskan tembakan. Pertama yang jadi gol, kedua adalah penalti. Kami punya banyak peluang, tapi ketika hal itu terjadi, semuanya mungkin,” tutup dia.