Manfaat puasa bagi otak manusia yang jarang diketahui

Rekanbola – Bagi kamu yang aktivitas hariannya lebih banyak menggunakan proses berpikir dibandingkan tenaga fisik, maka patut bersyukur dengan adanya ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan ini.

Ternyata, selain berdampak positif terhadap kesehatan tubuh, puasa juga bermanfaat bagi perkembangan fungsi otak dan kecerdasan. Bagi kamu yang sulit untuk berkonsentrasi, fokus dan berpikir, maka sebaiknya menjalankan ibadah puasa, karena sangat besar manfaatnya bagi otak kita.

Sebagaimana dikutip dari Medium, yang dilansir liputan6.com, Kamis (24/5), Dr. Stephanie Estima menjelaskan bahwa, peningkatan sesuatu yang disebut BDNF yaitu singkatan dari Brain Derived Neurotrophic Factor, bisa didapat dari ibadah puasa yang kita jalankan.

BDNF sendiri adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi kognitif pada otak, sebagaimana telah disebutkan di atas. Fungsi faktor ini di dalam otak sangat krusial. perkembangan, pertumbuhan, pendewasaan dan pencegahan kematian neuron pada otak, sangat ditentukan oleh BDNF.

Tidak hanya faktor yang berhubungan dengan aspek kognitif saja yang optimal, puasa juga dapat membantu untuk melunturkan sel-sel rusak yang ada di dalam otak manusia.

Dari aspek afektif atau mental pada otak, puasa sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit neurodegeneratif, sehingga mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya degenerasi.

Proses kerjanya adalah, ketika kita berpuasa, maka tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh kita. Dalam keadaan seperti ini, tubuh kita akan mencari lemak yang akan diubah menjadi energi.

Kondisi ini membuat lemak memecah menjadi keton yang merupakan sumber energi bagi manusia selama berpuasa. Sumber energi yang seperti inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh otak kita.

Manfaat lain dari berpuasa yang berhubungan dengan otak adalah terjadinya peningkatan biogenesis mitokondria yang membuat mitokondria baru tercipta. Dalam dunia medis, mitokondria disebut sebagai “Baterai Otak” yang berada di dalam sel-sel otak. Ratusan mitokondria yang ada di dalam sel inilah yang sebenarnya menggerakkan pikiran dan tubuh manusia untuk bekerja.

Baca Juga:   PDIP terjunkan tim bantu tangani wabah campak dan gizi buruk di Asmat

Merubah nutrisi makanan maupun keton menjadi energi, adalah tugas dari mitokondria. Dengan kemampuannya inilah, otak memiliki kekuatan dan bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama, ketika harus berpikir, fokus dan berkonsentrasi.

Jadi, beruntunglah bagi kita yang menjalankan ibadah puasa selama Bulan Suci Ramadan ini. Demikian, semoga bermanfaat. Selamat berpuasa ya!