Ma’ruf Amin Diminta Tidak Seret-seret NU di Pilpres

Rekanbola – Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro menyayangkan pernyataan calon wakil presiden yang juga Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, yang mempolitisir dukungan warga NU di Pilpres 2019. Ia menilai keterlibatan NU dalam politik praktis bisa bertentangan dengan khitah NU.

“Sehingga jika ada yang membawa-bawa NU dalam dukungan politik praktis, maka hal tersebut bertentangan dengan khitah NU,” kata Nizar lewat pesan tertulisnya, Senin 20 Agustus 2018.

Baca JugaHasto Klaim Kubu Prabowo – Sandiaga Terjebak Pancingan

Menurut Nizar, jangan sampai nama besar NU dipertaruhkan dalam ajang kontestasi yang akan melahirkan kalah atau menang. Karena hal itu menurutnya bisa mempermalukan NU sendiri.

“Jangan sampai kasus Pilpres 2004 terulang kembali, di mana waktu itu KH Hasyim Muzadi sebagai cawapres Megawati kalah dalam kontestasi pilpres. Kasus tersebut masih menjadi beban NU,” ujar Nizar.

Nizar mengakui, kader NU dapat berkiprah dari kelompok politik manapun. Namun menurutnya tidak perlu membawa-bawa nama besar organisasi Islam tersebut.

“Jika NU tetap ingin mempertahankan khitahnya, maka hendaknya siapa pun pengurus NU yang terlibat dalam politik praktis diminta untuk mengundurkan diri,” kata dia.

Baca Juga:   Senior Golkar Kirim Surat Terbuka untuk Akbar dan Agung