Mau Jual Almaz atau Glory 560, Ini Risikonya

REKANBOLA – Persaingan mobil Sport Utility Vehicle di Indonesia semakin ketat, sejak Wuling dan DFSK hadir. Namun, kedua merek asal China tersebut masing-masing mempunyai target pasar yang berbeda.

Misalnya, Wuling Almaz. Meski dijual Rp318,8 juta, namun kehadirannya cukup mengganggu Honda CR-V 1.5L Turbo, yang harganya mencapai Rp500 jutaan. Sebab, spesifikasi keduanya hampir sama.

Fitur yang ditawarkan Wuling juga tak kalah lengkap. Sedangan DFSK Glory 560, meski bermesin 1.500cc Turbo, namun diposisikan sebagai Low SUV, dan dijual dengan harga Rp189 juta sampai Rp239 juta.

Artinya, Glory 560 berhadapan dengan Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Honda BR-V. Tapi, bagaimana pertarungannya di pasar mobil bekas?

Manager senior bursa mobil bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengatakan, sampai sekarang belum ada mobil Wuling atau DFSK di WTC, apalagi produk baru seperti Almaz dan Glory 560.

“Pengalaman saya, mobil merek Jepang atau Eropa setelah launching tiga bulan, pasti ada bekasnya di sini. Soal harga bekas, Almaz atau Glory 560 pasti turun. Mobil Jepang saja turun,” ujarnya kepada VIVA, Jumat 14 Juni 2019.

Menurutnya, menentukan harga mobil bekas tinggi atau tidak, tergantung volume penjualannya dalam kondisi baru. Selain itu, bagaimana pelayanan servis, ketersediaan suku cadang dan citra dari merek tersebut.

Hal senada disampaikan salah satu pedagang mobil bekas di ITC Permata Hijau, Dewa. Dia mengatakan, harga Glory 560 dan Almaz masih belum jelas, karena sepak terjang kedua merek tersebut belum terbukti di pasaran.

 

 

Baca Juga:   Toyota Siapkan Sedan Corolla dengan Wajah Baru