Mei 2019, Defisit APBN Meningkat Jadi Rp 127,5 Triliun

REKANBOLA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga akhir Mei 2019 defisit APBN mencapai Rp 127,5 triliun atau setara dengan 0,79 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan defisit anggaran tahun lalu yang sebesar Rp 93,5 triliun atau 0,63 persen terhadap PDB.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, besaran defisit anggaran tersebut masih berada pada batas aman.

 

“Dari sisi persentase terhadap PDB, defisit 0,79 persen kita masih lebih rendah dari target APBN yang sebesar 1,84 persen,” ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan APBN KiTA di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyampaikan terjadi pertumbuhan pendapatan negara sebesar 6,19 persen dan belanja negara yang tumbuh 9,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Realisasi belanja negara sampai dengan akhir Mei 2019 sebesar Rp 855,9 triliun atau 34,78 persen dari target APBN 2019.

 

Adapun realisasi pendapatan negara hingga akhir Mei 2019 tercatat sebesar Rp 728,45 triliun atau 33,64 persen terhadap target APBN 2019. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 855,91 triliun atau 34,78 persen dari pagu APBN 2019.

 

Sri Mulyani merinci, realisasi pendapatan tersebut meliputi realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp 569,32 triliun atau 31,87 persen dibanding target APBN 2019. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dilaporkan mencapai Rp 158,42 triloun (41,88 persen), dan penerimaan hibah tercatat mencapai Rp 706,30 miliar atau 162,25 persen dari target APBN 2019 hingga Mei 2019.

 

“Dibanding periode sebeluknya, penerimaan perpajakan mampu tumbuh sebesar 5,69 persen (yoy), PNBP tumbuh 8,61 persen (yoy) sedangkan penerimaan hibah tumbuh negatif 51,13 persen (yoy),” ujar dia.

Baca Juga:   Menteri Jonan Minta Bawahannya Tak Sibuk Urus Diri Sendiri