Menag Minta PPIH Fokus Persiapkan Pemberangkatan Jemaah ke Arafah

Rekanbola-  Wukuf di Arafah tinggal hitungan hari. Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk mulai fokus dalam mempersiapkan pelayanan terkait pergerakan jemaah haji ke Arafah.

Hal tersebut merupakan arahan Lukman yang juga merupakan amirul hajjdalam rapat dengan PPIH dan rombongan di kantor PPIH cadangan Daker Mekah, Minggu (12/8/2018) siang hingga sore.

“Persiapannya adalah karena seluruh jemaah haji kita sudah berada di Mekah maka kita sekarang tinggal upaya kita memberangkatkan seluruh jemaah haji kita ke Arafah karena puncak haji adalah wukuf di Arafah,” ujar Lukman usai rapat.

Seluruh jemaah haji Indonesia gelombang pertama saat ini sudah berada di Mekah. Adapun sebagian besar gelombang kedua juga sudah berada di kota suci ini, tinggal menyelesaikan kedatangan terakhir sampai tanggal 15 Agustus 2018.

Jemaah Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijah. Di Arafah jemaah menginap satu malam kemudian menjalani wukuf pada 9 Zulhijah (20 Agustus 2018).

Setelah pergerakan ke Arafah, sambung Lukman, hal lainnya yang perlu diantisipasi adalah pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah lalu kemudian ke Mina. Pergerakan di Arafah, Muzdalifah dan Mina ini dari tahun ke tahun selalu menjadi titik krusial dari penyelenggaraan ibadah haji.

“Dan seterusnya sampai gelombang pertama itu bisa segera kembali ke tanah air melalui bandara Jeddah dan bagi gelombang kedua setelah mina berakhir maka mereka segera menuju Madinah lalu kemudian bertolak ke tanah air dari Madinah.

Ini yang harus kita fokuskan perhatian kita agar seluruh prosesi kegiatan haji ini berlangsung sebagaimana yang kita harapkan,” ujar Lukman.

Dalam rapat hari ini, Lukman juga mendengarkan paparan dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali mengenai persiapan yang telah dilakukan.

Baca Juga:   Bisa Update IG dari Rutan, Baby Jovanca Tuai Banyak Komentar

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel yang hadir dalam rapat ini juga menyampaikan perkembangan upaya diplomasi untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.

“Jadi Alhamdulillah kita mendapatkan laporan perkembangan kita cukup signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bahkan pemerintah Saudi Arabia secara explicit menyatakan pujian, penghargaan dan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia yang terus berupaya mendapatkan pelayanan haji,” ujar Lukman.

“Namun demikian kita tidak boleh berbangga hati begitu saja tapi kita harus betul-betul dilihat dengan cermat kekurangan-kekurangannya agar jemaah haji kita terlayani dengan sebaiknya.

Itulah beberapa masukan dalam rakor itu kita catat yang tentu ada bagian-bagian yang kita tindaklanjuti dalam waktu yang segera tapi ada juga yang beberapa sifatnya perlu waktu karena perlu koordinasi dengan lembaga instansi yang lain sehingga perlu pendalaman dari usulan-usulan perbaikan tadi,” pungkasnya.

 

( Sumber : detik.com )