Menaker Minta Buruh Ubah Stigma Soal Perayaan May Day

 

Rekanbola.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta buruh untuk merayakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dengan kegiatan yang positif. Ini untuk menghilangkan kesan negatif terhadap perayaan hari buruh yang biasanya diisi dengan aksi unjuk rasa.

“Tahun ini kita mengambil tagline #MayDayIsAFunDay karena kalau May Day kesannya angker, serem, galau karena banyak masalah, saya khawatir gerakan buruh ini mengalami demoralisasi dan membuat buruh tidak tertarik kepada serikat pekerja,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta,

Baca Juga :

15 ARTIS CEWEK MUDA KOREA PALING CANTIK DAN MENGGEMASKAN

Apapun kegiatan buruh dalam rangka merakayakan May Day, lanjut dia, diharapkan tetap berjalan dengan tertib dan aman, termasuk buruh yang memilih turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa.

“Saya ingin image dari pekerja terus meningkat dan image dari serikat pekerja juga semakin membaik agar masyarakat juga terus mengapresiasi gerakan buruh yang berjuang untuk kepentingan bersama,” kata dia.

Hanif menambahkan, perubahan dunia semakin berjalan cepat dan massif. Beberapa jenis pekerjaan lama seperti pengantar surat mulai hilang karena perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Namun demikian perubahan zaman juga menghasilkan sejumlah pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya. Oleh sebab itu, dia meminta agar buruh juga menyiapkan diri agar bisa menyesuaikan diri atas perubahan-perubahan ini.

“Saya juga berharap serikat pekerja juga semakin canggih untuk menjawab tantangan-tantagan itu dengan terobasan dan inovasi baru,” tandas dia.

Peringati May Day, 50 Ribu Buruh Tuntut 5 Hal Ini ke Jokowi

Sekitar 50 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) akan membanjiri Ibu Kota pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Buruh akan menggelar aksi untuk mendeklarasikan Panca Maklumat yang berisi lima tuntutan buruh kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga:   Sinergi BRI-Taspen Promosikan 'Karir Kedua' Bagi ASN dan Pensiunan

Ketua Umun KPRI, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, aksi buruh akan dipusatkan di sekitaran patung kuda Monas hingga ke depan Istana Negara. Aksi buruh untuk mendeklarasikan Panca Maklumat yakni lima tuntutan buruh untuk Presiden Jokowi.

Baca Juga :

7 Meme Beda Kelakuan Cewek Di Instagram Vs Realita Ini Mak Jleb Banget

“Kurang lebih 50 ribu, kalau mau datang masih ada waktu mempersiapkan diri,” Rieke dalam sebuah jumpa pers di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018).

Rieke mengungkapkan, pekerja dari berbagai elemen sektor industri dan pelayan publik akan bergabung untuk menyuarakan hal-hal yang bertujuan untuk perbaikan rakyat pekerja Indonesia secara komprehensif.

“Mereka terdiri dari buruh atau pekerja pos dan logistik, pekerja di perbankan, garmen, hotel, pelabuhan, para pekerja tidak tetap di pemerintahan, serta gabungan guru honorer,” ujarnya.

Panca Maklumat yang berisi lima tuntutan tersebut, kata Rieke, pertama, mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang berbasis pada riset nasional, dengan berorientasi pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

“Kami mendesak Bapak Presiden untuk segera membentuk Badan Riset Nasional agar Indonesia memiliki blueprint pembangunan industri yang menyeluruh dengan menempatkan rakyat Indonesia sebagai subyek di hulu, tengah dan hilir pembangunan industri nasional,” tegasnya.

Kedua, mewujudkan dengan sungguh-sungguh TRILAYAK Rakyat Pekerja, yaitu Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak bagi seluruh rakyat pekerja Indonesia.

(Sumber : Liputan6.com)

Baca Juga :