Menhub Budi minta pihak asuransi beri santunan untuk relawan penyelam yang tewas

REKANBOLA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan dukanya atas meninggalnya salah satu relawan penyelam Indonesia Dive Rescue, yang bertugas saat melakukan pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang. Atas insiden itu, dirinya meminta pihak asuransi untuk memberikan dana santunan untuk korban.

“Tentu kita akan memberikan penghargaan. Tentang santunan kita akan serahkan kepada asuransi yang untuk memberikan. Mestinya ada.” kata Menhub Budi saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Minggu (4/11).

Sebelumnya, Seorang Tim SAR pencarian korban kecelakaan Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610, meninggal dunia. Penyelam tersebut tewas usai melakukan pencarian korban Lion Air di bawah laut, Jumat (2/11).

Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan, penyebab meninggalnya penyelam tersebut karena dekompresi. “Diduga dekompresi, karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, kan harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung,” kata Isswarto saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/11).

Isswarto mengatakan, harusnya penyelaman berakhir pada Pukul 16.00 WIB, karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga Pukul 16.30 WIB.

“Korban dari sipil, penyelam Basarnas,” kata Isswarto.

Dari indivasi yang diperoleh, korban bernama Syachrul Anto yang merupakan anggota Indonesia diver rescue. Saat ini jenazah sudah berada di rumah duka diSurabaya, Jawa Timur.

“Laporan ke saya hanya terjadi dekompresi. Terus dibawa ke chamber di KN Victory. Tindakan lanjut saya tidak monitor (karena di bawah Basarnas),” tutup dia.

Baca Juga:   Menhub Budi setuju pajak angkutan barang gunakan kereta api dihilangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *