Menjelajahi Tempat Bersejarah di Matsuyama

REKANBOLA — Matsuyama adalah kota terbesar di Shikoku, Jepang, sekaligus ibu kota dari Perfektur Ehime. Kota ini dikenal oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, berkat novel karya Natsume Soseki yang berjudul Botchan.

Salah satu kota andalan untuk sektor wisata ini, merupakan daerah yang kerap dikaitkan dengan sejarah periode Asuka di Jepang. Hal ini terlihat dari banyaknya situs wisata bersejarah berjejer di wilayah Matsuyama.

Kunci kota ini bisa menjadi tujuan wisata adalah aksesnya yang terbilang mudah, karena di kota ini ada lima jalur trem Iyotetsu yang menghubungkan titik-titik atraksi wisata di kota ini bagi para wisatawan.

Bahkan, berbagai tempat bersejarah di Matsuyama dapat dijangkau hanya dengan beberapa menit berjalan kaki dari stasiun kereta. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah yang bisa dikunjungi ketika berlibur ke Matsuyama.

Hojoen

Terletak persis di depan Stasiun Dago Onsen dan berdekatan dengan pintu masuk Pusat Perbelanjaan Dogo, Alun-alun Hojoem merupakan rumah bagi Jam Botchan Karakuti yang begitu dikenal.

Di tempat ini ada sebuah ashiyu atau kawah, yang dulunya dipakai sebagai sumber pemandian air panas pada era Meiji.

Pemandian Air Panas Dogo

Hanya enam menit perjalanan dari stasiun, terdapat sebuah pemandian air panas yang telah dibangun sejak 1894 oleh walikota pertama Dogo, Isaniwa Yukiya.

Tak hanya wisata pemandian air panas saja yang menjadi buah tangan ketika mengunjungi situs ini, melainkan wisata budaya Dago yang begitu kental.

Pasalnya pada tahun 1994, tempat ini menjadi tempat pemandian air panas pertama yang dinobatkan sebagai aset budaya nasional.

Kuil Yu

Kuil ini didirikan sebagai tempat pemujaan untuk Okuninushi no Mikoto, dan Sukunahikona no Mikoto yang merupakan dewa penjaga Pemandian Air Panas Dago.

Baca Juga:   Banyak pemuda China gagal jadi tentara karena sering masturbasi

Awalnya kuil ini terletak di Sagidani, namun sebuah gempa besar pada masa lalu berhasil menghancurkan bangunan tersebut. Setelah gempa dahsyat itu, lokasinya dipindah dan saat ini hanya berjarak kurang dari 600 meter dari Stasiun Dago Onsen.

Museum Shiki-kinen

Museum Shiki-kinen merupakan museum budaya yang menjadi rumah bagi hasil karya Masalka Shiki, figur bapak dari haiku modern yang lahir di Matsuyama.

Karya-karya tersebut dipamerkan menjadi tiga bagian, yakni Sejarah Dago dan Matsuyama, Shiki dan Masanya, dan Dunia Shiki.

Kuil Isaniwa 

Kuil Isaniwa terletak 400 meter dari Stasiun Dago Onsen, bangunan ini merupakan salah satu dari tiga kuil utama hachiman di Jepang.

Matsudaira Sadanaga, penguasa feodal ketiga dari Matsuyama pada periode awal Edo, merupakan sosok yang bertaggung jawab terciptanya kuil ini.

Makam Akiyama Yoshifuru

Akiyama Yoshifuru adalah seorang tokoh terkemuka dalam perang russo Jepang yang terlahir di Dogo. Makam Akiyama Yoshifuru berada di sebuah pemakaman di Dogo Sagitani.

Lahir dalam sebulah keluarga samurai berpangkat rendah, keberanian dan jasanya telah membawa Akiyama sebagai sosok ‘bapak’ bagi kavaleri Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *