Menpar Sesalkan Pemerkosaan Turis di Labuan Bajo

Rekanbola – Peristiwa pemerkosaan dua turis asing di Labuan Bajo oleh oknum tour guide mencoreng pariwisata Indonesia. Menpar Arief Yahya pun menyesalkan kejadian itu.

Pada Selasa, 12 Juni 2018 seorang oknum yang mengaku tour guide di Labuan Bajo melakukan aksi pemerkosaan pada wanita berkewarganegaraan Italia dan Prancis di waktu yang berdekatan.

Polisi pun langsung bertindak cepat dengan menangkap sang oknum yang diketahui bernama Konstantinus Andi Putra (35) pada Jumat lalu (22/6) di Pelabuhan Waikelo di Sumba Barat Daya.

Walau sudah ditindak, tapi hal tersebut telah merusak citra pariwisata Indonesia yang aman. Menpar Arief Yahya pun berkomentar soal itu.

“Jadi kita ya, sedih lagi. kejadian itu bisa mencoreng destinasi yang sedang booming sepeti Labuan Bajo. Tapi sekali lagi terima kasih pengamanan kepolisian terutama yang bisa langsung menangkap tersangkanya,” ujar Arief usai meluncurkan Festival Ya’ahuwo di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin malam (25/6/2018).

Kejadian pemerkosaan itu pun terjadi selang tak lama dari tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) yang juga merupakan destinasi 10 Bali Baru. Arief pun mengaku kalau timnya terus memantau kejadian terkait pariwisata di Indonesia.

“Jangan khawatir teman-teman, Pak Guntur (anggota Tim Crisis Centre Kemenpar – red) nggak pernah tidur memantau dua hal itu. Jadi tim Crisis Center Kemenpar itu jalan terus. Saya memberikan perhatian penuh ke laporan-laporan terkait KM Sinar Bangun. Kita monitor terus dua kejadian di Danau Toba dan Labuan Bajo. Sialnya, dua-duanya 10 Bali baru,” ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief pun meminta agar berita kejadian pemerkosaan turis asing di Labuan Bajo dihentikan agar tidak menakutkan wisatawan yang ingin datang berkunjung. Namun, proses hukum tetap dikawal.

Baca Juga:   Remaja Palestina tewas tertembak tentara Israel

“Kalau boleh saya usulkan kita boleh seperti Thailand sangat bagus. Isu pemerkosaan sangat tidak bagus untuk negara ini. Setelah ini tertangkap kalau kita sepakat kita sudahi saja, tapi proses hukum pada yang bersangkutan tetap kita jaga. Kalau tidak akan nightmare, orang akan takut. Padahal Labuan Bajo sekarang sedang happening,” tutup Arief.

 

 

(Sumber : detik.com)