Menristek soal Rektor Lokal: Ada yang Berhasil Angkat ke Kelas Dunia?

REKANBOLA – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir punya rencana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN). Apakah tak ada lagi warga negara Indonesia (WNI) yang mampu menjadi rektor sehingga harus mendatangkan orang dari negeri seberang?

“Saya mau tanya, rektor mana yang sudah berhasil mengangkat ke kelas dunia?” kata Nasir ,Rabu (31/7/2019) malam.

Rencana merekrut rektor asing dimaksudkan untuk meningkatkan peringkat PTN agar bisa menembus peringkat 100 besar dunia. Nasir punya keinginan, pada 2020 sudah ada PTN yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri dan pada 2024 jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lima PTN.

Karena Nasir menilai tak ada rektor Indonesia yang mampu mendongkrak ranking PTN Indonesia di kancah dunia, maka rektor asing diundang.

“Oleh karena itu, kita selama ini belum bisa men-challange pada rektor di Indonesia belum bisa meningkatkan perankingan dunia,” kata Nasir.

Nasir tak meragukan kemampuan keilmuan putra dan putri Indonesia. Namun lewat kacamatanya, dia tak melihat ada akademisi Indonesia yang punya kepemimpinan mumpuni tingkat internasional.

“Kalau kemampuan di dalam masalah akademik mungkin oke lah, tetapi dalam network dunia belum tentu punya network, leadershipnya belum tentu di kelas dunia,” kata Nasir.

Ide Nasir ini menjadi kontroversi. Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati melihat kemampuan akademisi Indonesia yang sebetulnya mumpuni. Jadi, menurut Reni, tak perlu mendatangkan rektor asing. Gagasan mengundang rektor asing dinilainya sebagai bentuk ketidakpercayaan pemerintah atas SDM yang dimiliki anak bangsa.

“Banyak putera Indonesia lulusan kampus ternama di luar negeri dapat menjadi alternatif. Ini soal rasa kebangsaan yang terusik,” kata Reni, Selasa (30/7) kemarin.

Baca Juga:   Sandiaga-AHY Bertemu Tadi Pagi, Ini yang Dibahas