Menteri Eko: Program Dana Desa Dipuji Dunia, Jadi Model Pembangunan Negara Berkembang

REKANBOLA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan program Dana Desa jadi contoh pembangunan di negara berkembang. Dia mengatakan selama empat tahun, melalui dana desa, telah mampu membangun hampir 1 juta unit sarana air bersih, lebih dari 158.000 Km jalan desa dan puluhan ribu PAUD Polindes.

“Pencapaian itu diapresiasi banyak negara di dunia dan lembaga dan bank dunia. Mereka jadikan model pembangunan di Indonesia ini sebagai contoh model pembangunan negara berkembang,” papar Menteri Eko sebelum acara acara rapat koordinasi nasional dan evaluasi program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tahun anggaran 2018 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Pada tahun 2018-2019, lanjut Menteri Eko, pihaknya akan memfokuskan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa. Hal tersebut adalah salah satu mandat dari Presiden Joko Widodo.

“Atas saran Presiden dana desa akan lebih difokuskan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa. Sekarang sudah banyak contohnya, BUMDES bayar pajak lebih besar daripada dana desanya, sudah banyak. Nah tinggal dicopy dicloning ke desa-desa,” kata Menteri Eko.

Menteri Eko mengatakan pihaknya tidak memberhentikan 100 persen program infrastruktur di desa-desa. Dia menjelaskan beberapa daerah masih melakukan program tersebut, salah satunya di Jawa bagian Selatan, serta Indonesia Timur.

“Tidak, jadi untuk desa-desa yang infrastruktur sudah cukup, mereka udah mulai move on ke program pemberdayaan masyarakat. Tapi untuk infrastruktur yang belum ya harus dipenuhi infrastruktur dulu,” papar Menteri Eko.

Menteri Eko menjelaskan model pendampingan akan melakukan perubahan bersama pemerintah. Dia menjelaskan yang akan diadakan 438 Kabupaten yang bertujuan untuk menggali inovasi masyarakat.

Baca Juga:   Bank Mandiri buka pendaftaran menjadi karyawan lewat ODP, ini persyaratannya

“Hasil inovasinya didokumentasikan tertulis maupun video sehingga bisa dishare diikuti desa lain di Indonesia,” papar Menteri Eko