Menteri Susi : Ikan lebih sehat dan murah dari daging

Rekanbola – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengkampanyekan makan ikan kepada masyarakat Riau, Rabu (3/10). Ia bersama Ustaz Abdul Somad datang ke pesantren Islamic Boarding School (IBS) Pekanbaru, bersama pejabat Riau lainnya.

Susi mengaku akan berkeliling Indonesia untuk mengkampanyekan makan ikan. Dia menyebutkan, ikan sangat baik untuk kesehatan dan juga lebih murah dari daging.

“Ikan lebih sehat dari daging merah karena mengandung protein tinggi, ada omeganya juga. Ikan juga lebih murah daripada daging dan ayam,” ujar Susi di hadapan ratusan pelajar dan warga Riau.

Susi juga mengajak para pelajar di seluruh Indonesia agar rajin makan ikan. Sebab, kandungan yang ada dalam ikan bisa membuat otak menjadi pintar. Dia juga mengingatkan agar lebih banyak makan ikan dari nasi, seperti penduduk jepang.

“Kita harus seperti orang Jepang, suka makan ikan. Makanya mereka itu pintar-pintar. Kalau sekarang kita di Indonesia, lebih banyak makan nasi dari pada ikannya,” kata Susi.

Susi mengimbau masyarakat agar dapat mengawal jalannya Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 terkait sektor perikanan tangkap nasional. Sebab, Perpres ini merupakan kedaulatan dan kemenangan nelayan, sehingga pemerintah dapat meningkatkan kembali sektor perikanan.

“Pemerintah sudah memutuskan asing tidak boleh nangkap di wilayah kita. Baik modal, kapal maupun orang,” kata Susi.

Susi juga mengingatkan agar negara luar jangan mencoba-coba untuk menangkap ikan di Indonesia. Dia juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga laut Indonesia.

“Jaga wilayah bapak. Jangan sampai Perpres ini diganti. Masa nangkap ikan minta orang dari luar negeri. Kelewatan toh,” tegasnya.

Susi menjelaskan kepada masyarakat, dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tersebut, diatur bahwa investasi asing hanya untuk sektor pengolahan, sementara penangkapan ikan sepenuhnya diserahkan kepada nelayan Indonesia.

Baca Juga:   Fahri sebut ada kebohongan yang lebih besar dari hoaks Ratna Sarumpaet

“Saya himbau agar pemerintah (Riau) dan aparat dapat melindungi nelayan tradisional. Karena ikan di laut Indonesia sepenuhnya milik masyarakat,” ucap Susi.

Namun bukan berarti nelayan sesuka hati dalam mengambil ikan di laut. Susi mengajarkan tata cara penangkapan ikan yang benar. Warga diminta agar tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang peraturan.

“(Tidak boleh menggunakan) seperti cantrang, alat setrum dan trol. Itu dilarang karena sudah merusak kekayaan alam bawah laut. Akan mengurangi populasi ikan. Masa nanti kita punya laut biru dan sungai tapi gak ada ikannya lagi. Mau makan apa kita,” kata Susi.

Selain itu, Susi juga mengajak Ustaz Abdul Somad yang duduk di sebelahnya dan merupakan tuan guru dan ulama tersohor di Indonesia untuk ikut mengkampanyekan makan ikan.

“Saya ajak Ustaz Abdul Somad untuk mengkampanyekan makan ikan dan menjaga kedaulatan. Negeri tanpa kedaulatan sama saja tanpa harga diri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *