Menulis Bukan Hanya karena Uang, Tapi Beranilah untuk Membagikan Pemikiran

 

Rekanbola.com – Dirilis dari Februari 2017, IDN Times Community sudah menjadi wadah berkarya untuk anak muda, khususnya bagi mereka yang berniat mengasah skillnya di dunia kepenulisan. Salah satu penulis berbakat adalah Rijalu Ahimsa.

Pria yang akrab disapa Rijalu ini mengenal IDN Times bulan September 2017. Pada awalnya dia hanya ingin mencari tambahan penghasilan dengan menulis. Namun, seiring berjalannya waktu ada misi baru yang didapuknya.

Baca Juga :

7 Meme Beda Kelakuan Cewek Di Instagram Vs Realita Ini Mak Jleb Banget

Lantas, pengalaman berharga serta misi apa yang dibawa oleh pria berusia 25 tahun ini di dunia tulis menulis? Berikut hasil perbincangan tim IDN Times Community dengan Rijalu yang kini berdomisili di Yogyakarta.

1. Awalnya Rijalu minder karena tulisannya sering ditolak oleh editor di tempat lain

Menulis Bukan Hanya karena Uang, Tapi Beranilah untuk Membagikan Pemikiran

Perjalanannya menjadi seorang penulis 10 besar IDN Times Community tidak berjalan mulus begitu saja. Ada perjuangan dan pengalaman pahit yang dulu pernah dirasakannya. Rasa minder dan tak percaya diri pun akrab dengan kesehariannya karena artikelnya yang sering ditolak oleh editor.

“Sempat menulis di sebuah platform serupa namun tulisanku selalu ditolak bahkan sudah ku ikuti semua ketentuan dan keinginan editor tapi tetap masih ditolak dan membuatku menjadi kurang percaya diri untuk menulis.”

 

Ditolak oleh editor tidak membuatnya patah arang. Alumni STMIK Amikom Yogyakarta ini lantas mencoba peruntungannya di media lain. Mengenal IDN Times Community, serta merta memantik kembali keinginannya untuk menulis, ia pun mencoba mengirimkan kembali hasil tulisannya yang dulu pernah ditolak oleh media lain.

Tulisanku berhasil terbit di IDN Times Community. Aku sangat senang saat itu, karena ternyata bukan karena tulisanku jelek, namun ternyata IDN Times memiliki jangkauan tema artikel yang sangat luas sehingga tulisanku pada waktu itu tentang fashion bisa diterima dan terbit.

Rijalu masih ingat, dulu tulisannya yang pertama kali dipublish di IDN Times Community berjudul ‘Inspirasi Style Anggun ala Momo Geisha, Gampang Banget Ditiru!’. Drummer grup musik beraliran blues ini mengaku bahwa dirinya  memang suka menulis tentang fashion dan style.

2. Makin sering menulis, dia pun makin tahu di mana letak kelebihannya

Menulis Bukan Hanya karena Uang, Tapi Beranilah untuk Membagikan Pemikiran

Setelah tulisannya di kategori Style berhasil terbit, Rijalu tak lantas puas begitu saja. Dia makin rajin mengeksplor lebih dalam dan rajin mengolah kata di kategori berikutnya, Men. Pria yang hobi nge-gym ini pun paham bahwa dia sangat menikmati sekaligus menguasai kategori tersebut.

Meski demikian, Rijalu tetap mengasah bakat menulisnya dan haus menjelajah kategori lain, salah satunya adalah teknologi.

Selain kategori Men aku juga suka dengan dunia teknologi, cukup banyak tulisanku di kategori Tech, apalagi melihat perkembangan gadget belakangan ini yang sangat cepat membuatku antusias dalam mengikuti perkembangan dunia gadget dan menuliskannya di artikel.

Rijalu ingat artikelnya yang mendapat views cukup tinggi ada yang berasal dari kategori Tech, berjudul ‘5 Smartphone RAM Jumbo yang Harganya Ramah di Kantong Mahasiswa’. Kepuasannya tak berhenti begitu saja, laki-laki yang sedang merintis bisnis sendiri ini juga mengakui bahwa dia terus menantang dirinya dan ingin lihai menulis di kategori lain seperti news dan politik.

Baca Juga:   Keluarga Ini Pergi Obati Kanker Putrinya, Begitu Pulang Rumah Sudah Direnovasi Para Tetangga

“Bagiku tulisan news atau politik cukup menantang karena pembacanya kebanyakan adalah orang yang selalu cepat update informasi dan orang-orang kritis sehingga aku perlu lebih banyak lagi memahami apa yang aku tulis agar bisa menyajikan tulisan yang lebih objektif dan informatif.”

Rijalu juga memiliki impian untuk menerbitkan buku sendiri mengenai Men yang meliputi aturan dasar berpakaian, fitness, attitude, manners, hingga tips-tips asmara. Dia sadar cukup sulit menemukan buku referensi yang bagus seputar dunia Men dalam bahasa Indonesia.

Satu prinsip yang hingga kini terus dipegangnya untuk melecut dirinya ke arah yang lebih baik lagi,

“Saat ini aku belum puas dengan pencapaian menulis, justru sikap yang kurang baik jika kita mudah puas karena akan membuat kita menjadi kurang berkembang.”

3. Terbiasa menulis ikut mempertajam kepekaannya untuk memilah mana berita fakta dan hoax

Menulis Bukan Hanya karena Uang, Tapi Beranilah untuk Membagikan Pemikiran

Rijalu terbiasa menulis di sela-sela jam istirahatnya siang hari saat bekerja di sebuah startup online shop fashion ternama di Yogyakarta. Setelah pulang kerja, dia biasanya akan melanjutkan tulisannya. Jika tidak maka dia terbiasa beristirahat sembari brainstorming dengan mencari referensi tema di YouTube atau browsing di internet.

Menurut Rijalu, sebagai anak muda kita harus benar-benar mengerti dan lihai menyaring mana berita fakta dan hoax. Bahkan, ia sering menemukan teman dan keluarganya tertipu berita hoax yang berasal dari internet atau broadcast dari aplikasi chat.

Menurutnya ini adalah PR besar bagi generasi muda yang berwawasan untuk saling menjaga diri dan orang lain dari virus berita hoax yang meresahkan. Menurutnya menulis adalah salah satu senjata ampuh untuk melawan hoax.

Setelah sering menulis aku jadi lebih peka terhadap berita yang sumbernya tidak jelas dan mengada-ada. Karena terbiasa menulis dengan sumber yang jelas, aku jadi terbiasa memastikan terlebih dahulu informasi yang aku terima adalah suatu yang benar dengan sumber yang pasti.

4. Rijalu sangat terbantu secara finansial setelah menulis di IDN Times community, penghasilan menulis ini dikumpulkannya sebagai tabungan

Menulis Bukan Hanya karena Uang, Tapi Beranilah untuk Membagikan Pemikiran

Rijalu terbiasa untuk mengonversi poin ke uang jika poinnya sudah mencapai 10.000 atau setara dengan Rp 1 juta rupiah. Hal ini segaja dilakukannya agar uang yang dihasilkannya tidak tandas begitu saja karena terpakai kebutuhan yang tak terlalu mendesak.

Aku tidak melakukan penukaran poin secara regular tiap Minggu atau Bulan karena sebenarnya penghasilan dari IDN Times kugunakan untuk menabung.

Selain langsung masuk ke rekening tabungan, menulis di IDN Times Community sangat membantunya. Uang hasil jerih payahnya seringnya bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak, misalnya saja ketika handphone atau laptopnya yang tiba-tiba rusak dan minta diganti.

Baca Juga:   Desain paspor 10 negara ini paling keren di dunia, artistik banget

5. Pesan Rijalu untuk generasi millennial, “Beranilah untuk membagikan pemikiran!”

Menulis Bukan Hanya karena Uang, Tapi Beranilah untuk Membagikan Pemikiran

Menulis di IDN Times Community tidak hanya soal mengejar poin atau hanya ingin mendapatkan uang saja. Ada yang lebih berharga dari itu semua. Menulis adalah kegiatan yang sangat positif, gak hanya bermanfaat untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain.

Baginya menulis adalah proses sakral menuangkan ide dari kepala ke dalam bentuk tulisan. Kata-kata yang dipilih dan dirangkai dalam bentuk tulisan ini diharapkannya akan memberikan kontribusi positif untuk orang lain.

Lewat tulisan, Rijalu juga memiliki misi tersendiri, agar orang-orang lebih terbuka wawasannya dan bisa memahami berbagai sudut pandang, khususnya generasi muda. Sehingga pada akhirnya nanti kita semua bisa saling mengerti dan menghargai sudut pandang masing-masing.

Mengutip dari Pramoedya Ananta Toer seorang sastrawan Indonesia, ‘menulis adalah sebuah keberanian’ yang bagiku berani untuk membagikan pemikiran dan berani untuk memberikan informasi yang kita tahu kepada banyak orang agar menjadi manfaat. Yakinlah hal itu akan memberikan kepuasan batin yang luar biasa!

(Sumber : life.idntimes.com)

Baca Juga :