Merampok Penumpang Odong-odong, Duo Jambret HP Mandi Darah Dimassa Warga Depan USI

Rekanbola – Dua pelaku jambret mandi darah jadi bulan-bulanan amuk massa usai tertangkap di depan Universitas Simalungun, Jalan Sisingamaraja, Kamis (3/1/2019) malam. Keduanya diketahui merampas ponsel milik Richel Butarbutar.

Informasi yang diperoleh Jumat (1/4/2019), kedua pelaku bernama Apriadi Surya Harahap (34) warga Jalan Medan Simpang Mesjid, Kelurahan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba dan YAT (14), warga Jalan Lau Cimba Ujung, Kelurahan Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Simalungun.

Ceritanya, saat itu Richel sedang menaiki mobil odong-odong di Jalan Surabaya, Siantar. Sedang asyik menikmati perjalanannya, Richel pun hendak berselfie dengan handphone merk Oppo warna putih miliknya.

Tiba-tiba, kedua pelaku yang mengendarai sepedamotor Honda Beat warna putih langsung memepet mobil odong-odong. Sejurus kemudian, pelaku yang dibonceng langsung merampas handphone tersebut dari tangan Richel.

Selanjutnya, kedua pelaku langsung tancap gas mencoba kabur. Richel yang kaget setelah HP-nya dijambret langsung berteriak sekuat-kuatnya. “Jambret…Jambret…!!!” teriak perempuan itu sembari menunjuk ke arah kedua pelaku.

Warga yang mendengar jeritan Richel pun tak tinggal diam. Mereka langsung melakukan pengejaran.

Kedua pelaku kemudian coba kabur ke arah Jalan Sisingamangaraja. Namun, persis di depan USI, sepedamotor yang dikendarai mereka bersenggolan dengan kendaraan mahasiswa USI yang mengakibatkan keduanya terjatuh.

Warga setempat yang mengetahui keduanya adalah pelaku jambret pun segera berkerumun dan langsung menghakimi Apriadi dan YAT.

Beruntung, polisi segera tiba di lokasi dan langsung mengamankan keduanya dari amuk massa. Dengan kondisi berlumuran darah, keduanya kemudian diboyong ke Mapolres Siantar.

Kasubbag Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom membenarkan pihaknya telah mengamankan kedua pelaku jambret tersebut.

“Iya benar, kedua pelaku sudah berada di Rumah Tahanan Polres Siantar,” kata Resbon ketika dikonfirmasi, Jumat (4/1/2019).

Baca Juga:   Prancis vs Belgia, Giroud Sebut Lloris Lebih Hebat dari Courtois

Lebih lanjut dikatakannya, pelaku Apriadi Surya Harahap diancam pasal Pasal 362 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama lima tahun. Sementara YAT yang masih di bawah umur akan wajib lapor.