Meski Pendapatan Naik, AirAsia Masih Rugi Rp 93 Miliar

REKANBOLA PT AirAsia Indonesia mencatat pendapatan di kuartal I-2019 sebesar Rp 1,3 triliun. Angka ini naik 58 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 843 miliar.

“Kuartal I-2019, kami mengalami banyak perubahan yang mengarah pada improvement atau perbaikan,” ujar Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan usai Rapat Umun Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Senin (24/6).

Meski demikian, berdasarkan laporan keuangan AirAsia pada kuartal I-2019, AirAsia masih tercatat membukukan rugi bersih senilai Rp 93,79 miliar. Namun, jumlah kerugian tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 218,67 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan AirAsia ini, ungkap Dendy, ditopang kenaikan penumpang yang terbang bersamanya. “Di mana okupansi kursi 87 persen di triwulan I-2019. Biasanya pada triwulan I masa low season tahun lalu hanya 81 persen,” ungkap dia.

Dia menuturkan hal itu bisa membuktikan bahwa masyarakat menanggapi positif komitmen AirAsia untuk selalu menyediakan harga tiket terjangkau bagi masyarakat. Komitmen tersebut terbukti dengan adanya penurunan average fare atau tarif rata-rata pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jadi rata-rata harga tiket pada kuartal I-2019 yang awalnya Rp 580 ribu (kuartal I-2018) menjadi Rp 563 ribu,” tandas dia. [azz]

Baca Juga:   Malaysia dan Australia minat investasi di proyek tol Indonesia