Miliarder ini kucurkan Rp 29,7 triliun untuk kegiatan amal

REKANBOLA – Sebagai salah satu miliarder di dunia, Jeff Bezos juga terkenal berjiwa dermawan. Baru-baru ini CEO Amazon tersebut menggulirkan dana sebesar USD 2 miliar atau Rp 29,7 triliun untuk membantu keluarga-keluarga tuna wisma dan mendirikan sekolah untuk anak usia dini (USD 1 = Rp 14.840).

“MacKenzie dan saya berbagi keyakinan tentang kerja keras dari siapapun yang ingin membantu orang lain,” ujar Bezos mengacu pada dirinya dan sang istri, MacKenzie Bezos, seperti dikutip dari CNBC.

Program amal bernama Day One Fund tersebut diluncurkan dengan komiten yang terbagi dua antara Day 1 Families Fund untuk membantu keluarga tunawisma dan Day 1 Academies Fund untuk menciptakan jaringan baru sekolah usia dini bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai orang terkaya di dunia, harta Bezos memang terbilang fantastis. Pendiri perusahaan roket Blue Origin tersebut memiliki total kekayaan sedikitnya USD 150 miliar atau sekitar Rp 2.218 triliun.

Selama ini banyak orang melayangkan kritik terhadapnya agar dia menyisihkan sebagian uangnya untuk beramal. Maka pada Juni, Jeff Bezos menjawab kritik tersebut dan mengatakan dirinya telah mengidentifikasi dua area yang akan menjadi fokus aksi amalnya di masa depan.

“Kami senang hari ini bisa mengumumkan program Bezos Day One Fund. Ini akan dimulai dengan komitmen senilai USD 2 miliar yang fokus pada dua area, menolong keluarga-keluarga tunawisma dan mendirikan sekolah untuk masyarakat kurang mampu,” tutur Bezos.

Program Day 1 Families akan diterbitkan setiap tahun pada sejumlah organisasi dan lembaga sosial masyarakat, untuk menyediakan tempat singgah dan pembagian makanan gratis. Itu ditujukan guna memenuhi kebutuhan utama dari keluarga-keluarga muda. Visi tersebut terinspirasi dari kutipan ‘No child sleep outside’.

Baca Juga:   Keluarga Ini Lebih Kaya dari Bill Gates dan Jeff Bezos

Sementara Day one Academies Fund akan meluncurkan dan mengoperasikan jaringan berkualitas tinggi, beasiswa penuh bagi masyarakat kurang mampu. “Kami ingin membangun sebuah organisasi yang secara langsung mengoperasikan seluruh sekolah anak usia dini ini. Saya sangat bersemangat karena ini akan memberikan kesempatan belajar, menemukan dan mengembangkan,” tutur dia.

Bezos menuturkan, bukan soal mengupas permukaan tapi juga menyalakan api semangat. Menyalakan api itu lebih dini akan sangat membantu anak-anak. Tak lupa, Bezos juga meyampaikan rasa terima kasihnya pada semua yang terlibat pada programnya tersebut.

“Terima kasih bagi semua orang yang memberi saya saran dan menginspirasi dengan serangkaian contoh inovasi yang saya lihat setiap hari, besar dan kecil. Ini memberikan saya rasa syukur dan optimisme untuk menjadi bagian dari mereka yang ingin berkembang,