Modal Rp566 M, Pemerintah Ramal Untung Rp1,2 T dari AM IMF-WB

Rekanbola – Pemerintah memperkirakan bakal ‘balik modal’ dari pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018.

Walaupun harus merogoh kocek sekitar Rp566 miliar, pemerintah menilai pertemuan IMF-WB diperkirakan bisa memberi ‘untung’ sekitar Rp1,2 triliun. Keuntungan itu disebutkan berupa penerimaan daerah untuk Provinsi Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sekaligus Ketua Panitia Nasional IMF-WB 2018 mengatakan penerimaan daerah itu berasal dari peningkatan tingkat keterisian hotel (okupansi) mencapai 70-80 persen selama pertemuan 189 negara anggota dilaksanakan.

“Lalu, ada 1,2 juta penumpang penerbangan dan turis asing hampir 3 ribu orang yang telah mendaftar tur wisata, jadi akan ada ratusan miliar perputaran uang dari kunjungan turis,” ujar Luhut di sela pertemuan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Bahkan, Luhut meyakini masih banyak keuntungan yang bisa didapat Indonesia dari pertemuan bertaraf internasional itu. Beberapa di antaranya adalah percepatan pembangunan infrastruktur, penyerapan lapangan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi.

Modal Rp566 Miliar, Pemerintah Ramal ‘Untung’ Rp1,2 Triliun dLuhut B Pandjaitan. (Rekanbola/Adhi Wicaksono)
Penyerapan lapangan kerja, kata Luhut, diperkirakan mencapai 32 ribu orang. Sementara percepatan pembangunan infrastruktur diperkirakan akan memberi sumbangan ke pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan mencapai 6,54 persen pada tahun ini atau naik dari tahun sebelumnya 5,59 persen.

Lebih lanjut, keuntungan yang didapat Indonesia bisa lebih besar karena kedatangan para delegasi IMF-WB membuat kunjungan turis tidak hanya meningkat di Bali, namun juga di beberapa kota lain.

“Karena turis juga mendaftar ke berbagai tempat, seperti Gili, Lombok, Labuan Bajo, Pulau Komodo, hingga Danau Toba,” katanya.

Selain itu, keuntungan juga bisa meningkat andai pemerintah bisa menekan pengeluaran untuk acara ini.

Baca Juga:   Tak masuk akal, 10 barang dijual online ini bikin ngakak geleng kepala

“Angkanya mungkin Rp566 miliar, tapi masih mungkin turun (realisasinya). Nanti setelah audit baru kelihatan, tapi mungkin bisa di bawah Rp500 miliar,” tutur Luhut.

Luhut yakin realisasi pengeluaran acara IMF-WB 2018 bisa lebih rendah karena sejatinya pemerintah tidak membeli barang baru.

“Termasuk soal 400 mobil Mercedes yang kami gunakan, itu kami sewa semua. Saya sampai bilang ke Jim Yong Kim [Presiden Bank Dunia], ‘kalau mobil ini sebenarnya taksi’. Dia tertawa saja kok,” ujar Luhut.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengamini bahwa provinsinya mendapat berbagai keuntungan dari kegiatan IMF-WB tersebut.

Keuntungan yang utama, kata dia, adalah percepatan pembangunan infrastruktur. Berkat kegiatan internasional tersebut, kata Wayan, pemerintah membangun Underpass Ngurah Rai untuk mengurai kemacetan.

“Kami dibantu pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp174 miliar untuk membangun underpass. Kemudian, ada perluasan parkir Bandara Ngurah Rai,” ujarnya.

Keuntungan lain, acara IMF-WB 2018 menjadi ajang promosi bagi budaya dan pariwisata Bali.

Acara ini, menurutnya, akan memberikan pengalaman langsung kepada para delegasi untuk merasakan keindahan Pulau Dewata, sehingga bukan tidak mungkin di masa depan delegasi akan kembali berlibur ke Bali.