Motor Trail Selalu Pakai Pelek Jari-jari, Ini Alasannya

REKANBOLA – Model sepeda motor saat ini semakin beragam, mulai dari bebek, skuter matik hingga trail. Fungsinya juga berbeda, skuter matik biasa buat kendaraan harian di perkotaan, sedangkan trail condong ke penggunaan di jalur off-road untuk menerabas hutan.

Karena fungsinya yang berbeda, maka spesifikasi yang digunakan pun tidak sama. Contohnya soal pelek roda. Motor matik dan model lainnya yang sering mengaspal di jalan raya, mengusung pelek palang atau biasa juga disebut pelek racing.

Sementara, motor trail tetap memakai pelek versi zaman dulu, yakni jari-jari. Tentunya, ada alasan khusus untuk hal itu.

Pedagang pelek di kawasan Otista, Jakarta Timur, Mamat mengatakan, pelek palang banyak dipilih pemotor karena ideal untuk bermanuver di jalan raya. Selain itu, perantara energi dari mesin tersebut juga mudah dibersihkan dan dapat dipasangi ban tubeless.

“Pelek palang lebih rentan mengalami kerusakan dan berbahaya dibandingkan pelek aluminium atau jari-jari. Apalagi jika musim hujan, pelek palang lebih rentan, bisa retak dan penyok,” ujarnya kepada VIVA, Rabu 19 September 2018.

Sedangkan, pelek jari-jari memiliki kelebihan lebih enteng dari model palang. Selain itu, pelek ini lebih aman jika digunakan di jalanan berlubang. Sebab, sanggup meredam getaran pada mesin dan lebih fleksibel ketika menghantam lubang.

“Untuk perawatan, pelek jari-jari tidak mudah karatan dan lebih mudah diperbaiki jika terkena lubang,” tuturnya.

Baca Juga:   Motor Matik Model Ini Bakal Jadi Tren di 2019