MU Kalah, Mourinho Tak Mau Bicara Soal Peluang Juara

Rekanbola – Manchester United tak mampu berbuat banyak di bawah kedigdayaan Manchester City. Melawat ke Etihad Stadium pada pekan ke-12 Premier League 2018/19, Minggu (11/11), MU menyerah dengan skor 1-3. Man City membuktikan diri sebagai kandidat kuat juara Premier League musim ini.

MU tak mampu mengulang come back dramatis di Etihad Stadium musim lalu. Situasinya nyaris sama, MU tertinggal dua gol lebih dahulu. Hanya saja kali ini Man City berhasil memastikan kemenangan dengan mencetak gol ketiga lebih awal.

Kekalahan tersebut kian menyulitkan posisi MU di klasemen sementara. Saat ini tim asuhan Jose Mourinho itu berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan 20 poin. Tertinggal 12 poin dari Man City yang berada di puncak klasemen.

Jose Mourinho pun tak mau bicara soal peluang juara MU. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

 

Peluang Juara

Menurut Mourinho, bicara soal peluang juara saat ini sangatlah tidak realistis. Dia percaya MU harus terlebih dahulu bejuang menembus empat besar, setelahnya baru melihat kekuatan tim pesaing dan potensi merebut gelar juara musim ini.

“Kami berada di luar empat besar, bagaimana kami bisa bicara soal gelar juara?” tanya Mourinho dikutip dari Sky Sports. “Untuk bicara soal gelar juara anda harus berada di posisi atas klasemen.”

“Jadi kami akan berjuang untuk menutup selisih poin dan menembus empat besar, jika suatu hari nanti kami berhasil, kita lihat saja apa perbedaannya.”

 

Tak Ada Pogba

Pertandingan tersebut berjalan lebih sulit bagi MU karena Paul Pogba yang cedera dan tak bisa bermain. Mourinho terpaksa memainkan Marouane Fellaini meski sebenarnya kondisi Fellaini tak cukup baik untuk tampil selama 90 menit.

Baca Juga:   Pelatih Bayern Munchen Ternyata Punya Jasa Besar Kepada Luka Jovic

“Salah satu hal yang cukup merusak rencana kami adalah Fellaini harus memulai pertandingan sejak menit awal. Fellaini tidak dalam kondisi yang cukup baik untuk bermain selama 90 menit, dia fenomenal tetapi dia tidak dalam kondisi untuk melakukannya.”

“Biasanya saya memainkan Fellaini di tahap akhir pertandingan. Bayangkan Fellaini datang dengan tenaga penuh setelah skor 2-1 dan masih ada 25 menit pertandingan, itu adalah hal penting bagi kami,” tandas dia.