Nama Bayi Meghan Markle Diprediksi Paling Populer Tahun 2025

REKANBOLA – Terungkap sudah nama bayi yang dilahirkan Meghan Markle, Archie Harrison. Tentu saja, nama ini diprediksi akan melejit popularitasnya.

Menurut riset oleh Ancestry UK, nama Archie kemungkinan besar akan menjadi salah satu nama paling populer pada saat anak pertama Meghan dan Harry mulai masuk usia prasekolah di tahun 2022. Dengan menggunakan catatan sensus historis dan data dari Office of National Statistics, situs tersebut melihat bagaimana nama-nama dari keluarga baru kerajaan memengaruhi popularitas.

Nama putra sulung William dan Kate Middleton, George, merosot tujuh posisi dalam empat tahun setelah kelahiran putri kedua mereka, Charlotte, di tahun 2013. Sementara nama Charlotte turun hingga 13 posisi dalam dua tahun setelah kelahiran Louis di tahun 2015, menandakan perkiraan peningkatan tiga posisi per tahun.

Dikutip dari laman Metro, perusahaan itu juga mengatakan ketika William lahir, popularitas namanya meningkat 88 persen, sementara antara tahun 1983-1993, angka dari kelahiran Harry meningkat hingga 592 persen. Bahkan saat anak Ratu Victoria lahir, ada peningkatan 100 persen penamaan bayi-bayi dengan nama anggota kerajaan muda itu.

Putri Helena dan Beatrice memicu pertumbuhan terbesar di antara nama anak-anak Ratu Victoria. Nama Helena melonjak drastis hingga 165 persen antara tahun 1841 dan 1851, semua berkat nama bayi kerajaan yang lahir di tahun 1846. Sama halnya dengan nama Beatrice yang meningkat hingga 136 persen dalam beberapa dekade setelah kelahirannya.

Archie saat ini menempati posisi ke-18 sebagai nama bayi paling populer, tapi jika melihat statistik, Ancestry berpendapat bahwa pada sebelum tahun 2022, namanya akan masuk ke dalam 10 teratas, dan sebelum tahun 2025, Archie akan menjadi nama paling top untuk anak laki-laki.

Baca Juga:   Dengan 5 Bahan Ini, Kamu Bisa Bikin Kulit Pangsit Sendiri Lho!

“Luar biasa melihat bagaimana catatan sejarah ini menyoroti keluarga kerajaan memberikan pengaruh pada negara,” ujar juru bicara Ancestry, Russell James.

Ia menambahkan, temuan ini bisa menunjukkan bagaimana anggota kerajaan meminjam nama dari sejarah keluarga mereka sendiri ketika memilih nama untuk anak-anak mereka.

“Sebuah tradisi yang sudah kita saksikan menginspirasi jutaan orang di dunia untuk mengeksplorasi sejarah keluarga sendiri,” imbuhnya.