Nama koalisi Jokowi dan Prabowo harus selaras dengan visi misi

Rekanbola – Bakal Capres dan Cawapres Joko Widodo dan KH Ma’aruf Amin sudah memiliki nama koalisi resmi, yakni Koalisi Indonesia Kerja dengan tagline bersih, kerja nyata, merakyat. Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berbeda dengan menamakan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Direktur Eksekutif Voxpol Center and Research Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebut dipilihnya dua nama itu supaya mudah diterima rakyat. Kedua pihak juga akan berlomba membingkai karakter kandidat Capres yang akan dibawa lewat nama tersebut.

“Pak Jokowi namanya koalisi Indonesia Kerja, taglinenya bersih, kerja nyata, satu lagi merakyat. Itu kan brand ya, yang akan di frame ke masyarakat. Di kubu Pak Prabowo namanya adil dan makmur. Nama nama ini kan nama sengaja populis, karena bagi masyarakat awam pun paham gak terlalu rumit, sederhana tapi melekat di masyarakat,” katanya saat dihubungi, Kamis (20/9).

Analis politik UIN ini menuturkan, nama koalisi tak terlalu penting dipersoalkan. Sebab, ini adalah hal lumrah untuk menyakini masyarakat. Asal nama tersebut selaras dengan visi misi yang dijual kepada rakyat.

“Jadi saya kira namanya tak perlu disubtansikan betul, karena soal nama ini adalah sebagai cara untuk meyakinkan, menggunakan bahasa bahasa sederhana yang bisa dipahami dimengerti oleh masyarakat bawah,” ucap Pangi.

“Oleh masyarakat yang tidak membaca sekalipun itu bisa paham dengan nama singkat, padat, jelas. Namanya aja adil makmur, pasti tujuan visi misinya kan ke situ. Jadi kita sambut dengan baik dua nama ini bagus,” tandasnya.

Baca Juga:   Kasus Peluru ‘Nyasar’, DPR Minta Perbakin Perketat Penggunaan Senjata