Namanya disebut Novanto, Tamsil Linrung bantah terima duit e-KTP

Rekanbola – Terpidana kasus korupsi e-KTP yang juga mantan Ketua DPR Setya Novato kembali menyebut beberapa nama anggota DPR yang menerima uang dari hasil korupsi proyek e-KTP. Salah satu diantaranya adalah mantan pimpinan Badan Anggaran Tamsil Linrung yang diduga disebut Novanto menerima dana USD 500.000.

Mendengar namanya disebut, Tamsil langsung membantah. Menurutnya tudingan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu tidak berdasar.

“Tapi tidak ada nilainya di situ dan keponakannya dalam keterangannya tidak ada nama saya kan. Novanto doang yang itu,” kata Tamsil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9).

Dalam pertemuan terkait pembahasan kongkalikong e-KTP, Tamsil mengaku tidak pernah turut serta. Baik pertemuan di Hotel Grand Melia ataupun di Kantor Fraksi Golkar.

“Di DPR pun saya tuh tidak pernah datang ke ruangan Pak Novanto sebagai ketua fraksi. Satu kali saya datang waktu dia jadi ketua DPR itu perkenalan antar pimpinan DPR dengan pimpinan Komisi VII. Sebelumya tidak pernah. Jadi beliau pasti salah,” ujarnya.

Dia mengaku sudah memberikan klarifikasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. Menurutnya, lembaga antirasuah itu percaya bahwa dia tidak terlibat.

“Pak Tamsil kita tahu bahwa Bapak tidak terlibat sama sekali tidak ada penerimaan, tapi apakah betul bapak tidak tahu bahwa ada penyerahan termasuk di ruang pimpinan Banggar?” kata Tamsil menirukan ucapan penyidik KPK.

“Saya bilang saya tidak tahu betul-betul saya tidak tahu,” jawab Tamsil.

“Kalau yang terjadi di ruangan Pak Novanto apa bapak tidak tahu juga?” tanya penyidik.

“Saya juga tidak tahu,” ucapnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menegaskan tidak pernah mengenal keponakan Novanto, yakni Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Baca Juga:   KPK Panggil 2 Pejabat Kemenag Terkait Suap Romahurmuziy

“Tidak pernah ketemu tidak pernah kenal dengan dirjen pun saya tidak pernah berhubungan,” ucapnya.

Sebelumnya, terpidana korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto kembali merinci anggota DPR yang turut serta menikmati uang korupsi dari proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Bahkan, mantan Ketua DPR itu merinci jumlah uang yang diterima oleh beberapa anggota DPR melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Dia menuturkan, ada beberapa tahap pemberian dari Irvanto terhadap sejumlah anggota DPR yakni Olly Dondokambey, Melchias Markus Mekeng, Mirwan Amir, dan Tamsil Lindrung.

“Untuk Olly Dondokambey USD 500.000, Mekeng USD 500.000, Mirwan Amir USD 500.000, Tamsil Lindrung USD 500.000,” ujar Novanto di Pengadilan Tipikor saat menjadi saksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).