Nasib tidak jelas, ribuan guru honorer Karawang mogok kerja

Rekanbola – Ribuan guru honorer Kabupaten Karawang yang masuk dalam kategori dua atau Honorer K2 mogok mengajar, Senin (17/9).

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Karawang, Ahmad Gozali dalam pernyataan menjelaskan, hingga saat ini belum ada perubahan atas kebijakan penerimaan CPNS 2018 bagi honorer K2, syarat ikut mendaftar sama dengan pelamar umum.

“Honorer K2 tidak ada prioritas sama sekali, persyaratan CPNS sama seperti pelamar umum batasan usia di bawah 35 tahun, padahal rata-rata honorer K2 ini berusia di atas 35 tahun,” kata Ahmad Gozali, (17/9).

Ia mengatakan, semua honorer K2 lintas instansi untuk tidak masuk kerja pada tanggal 17-18 September 2018 sebelum aksi ke kantor Bupati Karawang dilaksanakan untuk menuntut status mereka diakui Pemerintah setempat.

Ahmad Gozali menjelaskan, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya menolak gugatan pemohon terkait batasan usia 35 tahun menjadi CPNS. Putusan MK tidak menyurutkan semangat tenaga honorer kategori dua (K2) dalam memperjuangkan nasibnya.

“Honorer K2 rata-rata di atas 35 tahun tetap harus diangkat menjadi CPNS tanpa melalui jalur umum karena mereka sudah mengabdi puluhan tahun,” kata dia lagi.

Semenatara itu, para honorer K2 lintas instansi selain melakukan mogok kerja pada hari ini (Senin) juga akan melakukan aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan honorer K2 dengan melakukan konsolidasi dengan Korwil-Korwil se-Kabupaten Karawang.

“Aksi ini merupakan aksi tuntutan honorer K2 untuk diangkat menjadi PNS di lingkungan lintas instansi Pemda Karawang,” tandasnya.

Baca Juga:   Ahli tsunami: Ada gempa selama 2 menit tak berhenti, jauhi pantai!