Netizen Beri Rp 462 Juta untuk Kakek Penjual Bubur yang Tak Laku

REKANBOLA – Kisah kakek penjual bubur di Thailand sempat viral karena tak laku. Netizen yang merasa tersentuh akhirnya menggalang dana hingga terkumpul Rp 462 juta.

Sebelumnya viral kisah kakek penjual bubur di Bangkok. Sang kakek hidup sebatang kara dengan berjualan bubur sebagai cara mendapat uang. Kesulitan hidup ini ia alami setelah sang istri dan anaknya meninggal dua tahun yang lalu.

Ia membuat dan menyajikan bubur sendirian. Tiap pagi ia bangun pukul 3 dan berjualan bubur hingga larut malam. Namun sayang buburnya kadang hanya laku satu porsi dalam sehari. Padahal ia menjajakan bubur dengan harga terjangkau yaitu sekitar 20 baht (Rp 9.200) per porsi.

Lebih malang lagi karena terungkap sang kakek hanya tinggal di rumah tua yang ditutupi terpal. Ia tidak bisa membeli atau menyewa rumah yang layak karena keterbatasan dana.

Banyak netizen ingin membantu namun sempat curiga karena kakek penjual bubur tak ada di tempat. Ternyata sang kakek ‘menghilang’ karena pergi ke rumah sakit untuk berobat mata.

Ia diketahui mengunjungi rumah sakit Phranangklao pukul 5 pagi untuk janji periksa mata. Kakek harus menunggu karena antreannya panjang. Meski sebenarnya janji pemeriksaan sang kakek berlangsung pada September, ia nekat datang ke dokter agar penyembuhan sakitnya lebih cepat.

Direktur rumah sakit yang menanyai dokter mengonfirmasi kehadiran sang kakek. Saat berobat, ternyata ia memberi bubur pada dokter. Kemudian sore harinya ia mampir ke Siam Commercial Bank.

Kakek penjual bubur ini sangat kaget ketika tahu tabungannya bertambah 1.000.000 baht atau sekitar Rp 462 juta. Uang ini didapat dari netizen yang memberi donasi karena merasa tersentuh dengan kisah sang kakek.

Baca Juga:   Mobil Terbang Bukan Fantasi Lagi

Usaha sang kakek juga jadi laku, terlihat dari antusiasme pengunjung yang datang untuk membeli racikan buburnya. Ia ternyata benar-benar ingin memanfaatkan uang sumbangan netizen untuk mengobati mata dan menyewa rumah.

Bagi netizen yang curiga dengan kisah kakek penjual bubur, pemerintah Thailand melalui Director of Ratchathewi District memastikan kalau dua anak kakek sudah benar-benar meninggal. Akibatnya kini ia hidup sebatang kara.