Ngaku jaksa, pengedar sabu dibekuk anggota TNI saat amankan lokasi bencana Palu

Rekanbola – Prajurit Yonif Raider 600/Modang, yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah, menangkap Rifal (33), terduga pengedar sabu yang mengaku jaksa. Dari tangannya, disita uang tunai Rp 252 juta. Kasus itu, kini ditangani kepolisian di Kota Palu.

Rifal, ditangkap 4 prajurit Yonif Raider 600/Modang, Kamis (4/10) malam kemarin, di tengah tugas misi kemanusiaan, mengamankan objek vital salah satu minimarket pascabencana, di Jalan Basuki Rahmat, Palu, yang dipimpin Serda Azhari.

Penangkapan bermula ketika prajurit yang bertugas, melihat mobil Avanza bolak balik di Jalan Basuki Rahmat. Kemudian terlihat wanita bermotor memarkir motor di Alfa Midi, dan naik ke dalam mobil.

“Saya curiga, lalu saya perintahkan rekan (Pratu Catur) mendekati mobil, dengan mengenakan baju koko (baju salat), untuk mengintai, melihat apa yang sedang dilakukan kedua orang mencurigakan itu (di dalam mobil),” kata Azhari, dalam keterangan tertulis, diterima rekanbola dari Kodam VI Mulawarman, Jumat (5/10).

Dari laporan personel yang mengintai, Azhari lalu memerintahkan anggotanya menggedor pintu mobil, dan menyuruh orang dalam mobil untuk keluar dari mobil. “Tapi orang dalam mobil itu, tidak mau keluar, dan coba melawan sambil bilang aku ini jaksa,” ujar Azhari.

Melihat situasi itu, 2 personel lantas bertindak dan melumpuhkan orang di dalam mobil itu, dan melapor ke Dansatgas. “Perintah Dansatgas, bersama 3 staf intel melakukan penggeledahan badan dan mobil. Ditemukan setumpuk uang dan dompet berisi sabu, timbangan digital, dan parang. Semuanya kita amankan,” terang Azhari.

“Dansatgas memerintahkan agar semuanya, termasuk barang diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang ditemukan antara lain, uang sejumlah Rp 252.950.000, cincin mas, giwang, 2 ponsel, timbangan digital, kwitansi 1 lembar nilai Rp 4.000.000, dompet wanita 1 buah berisi kantong plastik yang berisi 100 paket sabu, alat isap sabu, dan senjata tajam parang.

Baca Juga:   Hanura Protes Syarat Ketat Dokumen di KPUD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *