Nia Mengungkap Pandangan Chacha Ketika Ia Tak Mengenakan Hijab Setelah Pulang Dari Naik Haji

REKANBOLA – Nia Ramadhani sempat geram ketika netizen nyinyir soal dirinya tak berhijab sepulang dari haji. Nia sebenarnya gatal ingin menegur para netter yang mengkritik dirinya.

“Aku tuh kalau ketemu langsung pengin ngomong, ‘Eh lo mending benerin dulu mulut lo, baru deh nginget-ngingetin’,” katanya. Ibu tiga anak itu berharap pengalaman pertamanya naik haji tetap jadi kenangan berharga.

“Haji ini masalah antara hati aku sama Tuhan, jangan dirusak,” kata Nia. “Masalahnya ini kenangannya udah enak banget, udah bagus banget. Aku enggak mau rusak dengan mikirin omongan orang.”

Nia lantas membandingkan netizen dengan sikap sahabatnya, Chacha Frederica. Meski hijrah dan kini berhijab, Chacha tetap netral dan tak bersikap menggurui.

Nia senang karena member Girls Squad itu cukup menghormati keputusannya. Nia mengaku kalau Chacha sangat menghargai teman terutama yang berbeda agama.

“Chaca itu salah satu yang harus dijadiin contoh. Di satu geng itu ada yang agama Kristen, dia juga tetap main,” katanya. “Itu kan jadi salah satu yang, ‘Nih orang bener kayak gini nih’, nggak maksa – maksa orang untuk berbuat apa kek gitu.”

Nia menambahkan kalau Chacha memberikan pencerahan soal agama. Menurut Nia, ia justru terilhami untuk naik haji karena saran dari Chaca.

“Dia juga bukan maksa-maksa orang berhijab, tapi dia kasih lihat kalau agama Islam itu tuh indah lho,” kata Nia. “Dari dulu kita emang selalu sharing sih, bukan nyuruh kita pakai hijab karena pulang haji aja.”

Sebelumnya, Nia mengakui kalau ini merupakan pengalaman pertama berhaji. Namun meski baru pertama, Nia bersyukur karena segala sesuatunya dimudahkan.

Baca Juga:   Klarifikasi Pihak Nia Ramadhani Terkait Kasus Kosmetik Oplosan

“Satu keluarga sehat semua enggak ada yang sakit-sakit di sana, dan pulang dengan hati yang lebih tenang. Pokoknya puas, Alhamdulillah,” katanya. “Kita kan semuanya bersembilan, itu yang pertama kali semua naik haji, jadi kita sama-sana belajar. Kan kalau pertama kali ada bego-begonya, yang ini kita ngapain nih, kita belajar lagi agamanya. Jadinya seru karena semuanya pertama kali.”