Nilai Impor Provinsi Lampung Turun 10,32 Persen

Rekanbola Nilai impor Provinsi Lampung September 2018 mencapai 238,55 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami penurunan 10,32 persen dibanding Agustus 2018.

“Nilai impor September 2018 tersebut juga masih lebih 3,77 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Kamis (25/10).

Ia menyebutkan, dari lima golongan barang impor utama pada September 2018, empat diantaranya mengalami penurunan, yaitu masing-masing binatang hidup turun hingga mencapai 51,82 persen; pupuk turun 27,65 persen; gula dan kembang gula turun 20,85 persen; dan ampas/sisa industri makanan turun 11,20 persen.

Menurut dia, satu-satunya golongan barang impor utama yang mengalami peningkatan adalah biji-bijian berminyak yang naik sebesar 198,33 persen.

Kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada September 2018 mencapai 35,65 persen, dengan rincian sebagai berikut: gula dan kembang gula 14,13 persen; ampas/sisa industri makanan 8,77 persen; binatang hidup 5,34 persen; biji-bijian berminyak 3,90 persen; dan pupuk 3,51 persen.

Yeane menjelaskan, negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada September 2018 menurut kelompok negara utama berasal dari Amerika Serikat sebesar 96,45 juta dolar; Australia 29,22 juta dolar; Qatar 27,44 juta dolar; Tiongkok 14,69 juta dolar, dan Argentina 12,03 juta dolar.

Kepala BPS itu menambahkan, dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama (Amerika Serikat, Australia, Qatar, Tiongkok dan Argentina) yang mencapai 179,82 juta, kemudian diikuti ASEAN 45,28 juta dan Uni Eropa 2,38 juta dolar.

“Kontribusi impor Provinsi Lampung selama September 2018 dari total negara utama mencapai 65,62 persen, terdiri atas kelompok negara utama lainnya 42,22 persen, kawasan ASEAN 22,21 persen dan kelompok Uni Eropa 1,20 persen. Total Impor dari negara utama September 2018 mencapai 227,48 juta dolar,” tambahnya.

Baca Juga:   Marah karena Pengeras Suara Musala, Bule Perancis Minta Maaf