November 2018, BRI bakal naikkan bunga kredit hingga 50 bps

REKANBOLA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berencana akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis points (bps) pada bulan November mendatang. Langkah tersebut diambil guna menyesuaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DRRR) yang sepanjang kenaikkanya tercatat sebesar 150 bps menjadi 5,75 persen.

“Belum naik sama sekali kita (suku bunga), makannya net interest margin atau NIM-nya anjlok. Jadi November ini mau nggak mau harus, paling 50 bps,” tutur Direktur Utama BRI Suprajarto di Bontang pada Minggu malam (20/10).

Meski belum tercatat sama sekali menaikkan suku bunga perseroan, bank dengan penyaluran kredit terbesar ke sektor UMKM itu pun mengaku banyak menerima keluhan soal rencana kenaikan suku bunga. “Mau enggak mau ya naikkin 50 bps, tapi itu juga UKM udah pada teriak,” jelasnya.

Sementara itu, Suprajarto menyebutkan, posisi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk saat ini sebesar 7 persen. KUR sendiri berkontribusi sebanyak 76,9 persen dari keseluruhan penyaluran kredit BRI.

Akibat menahan kenaikkan suku bunga itu, lanjut dia, pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) BRI pun anjlok 40 bps menjadi 7,61 persen di kuartal III 2018 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Karena kan (penyaluran kredit) kita kecil-kecil, jadi nggak mungkin kita naikin. NIM-nya otomatis langsung kegeret ke bawah, tapi masih normal menurut saya turunya NIM ini” jelasnya.

“Jadi memang kondisi ekonominya itu sangat tidak kondusif. Kita kan yang penting bagaimana mereka tetap sustain, tidak berimbas,” tambah dia.

Baca Juga:   Didakwa Jadi Agen Rusia, Mariia Butina Terancam 10 Tahun Bui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *